You Belong With Me

You Belong With Me

  • WpView
    Reads 2,347
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2015
Kita mungkin tak pernah tahu akan jatuh cinta dengan siapa. Kata orang, cinta itu datangnya tiba-tiba. Lalu bagaimana kalau ternyata orang yang dekat dengan kita selama ini adalah orang yang tepat? Jatuh cinta dengan sahabat memang awalnya terasa canggung. Namun karena sudah saling nyaman dan terbuka satu sama lain, sahabat adalah calon pendamping terbaik buat kita. Ya, inilah keuntungan jatuh cinta dengan sahabat sendiri. Kita tidak perlu jadi orang lain, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Namun bagaimana kalau ternyata sahabatmu tak memiliki perasaan yang sama denganmu? Apa kamu masih mau bersikap egois pada perasaanmu? "If you could see that I'm the one who understands you, Been here all along so why can't you see?" -Taylor Swift
All Rights Reserved
#24
trouble
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Friend Zone [COMPLETED]
  • The Complexity of Love
  • FRIENDSHIP N LOVE
  • '~Someone Perfect~' -boifang- HIATUS
  • Sebuah Penyesalan
  • Love Angles
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Antara Kita Bertiga

Karena permulaan cinta adalah membiarkan mereka yang kita cinta menjadi diri mereka sendiri, orang yang berbahagia karena cinta tidak pernah memiliki segalanya. Berbuat kesalahan adalah hal yang biasa, karena mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat agar ketika kita bertemu dengan orang yang tepat kita akan sadar betapa berharganya itu. "Tidak masalah bagiku jika itu adalah keinginanmu, tapi maaf saja, kau hanya bisa memiliki tubuhku tapi tidak hatiku." Sebuah persyaratan yang harus aku terima jika masih ingin bersama dengannya untuk waktu yang lama. Aku mencoba untuk meyakinkan diriku dapatkah aku bertahan dari waktu ke waktu bersama dengannya tanpa memiliki hatinya? Lalu sebenarnya apa yang aku dapatkan dalam kurun waktu itu jika pada akhirnya hal yang paling aku inginkan darinya sudah pasti tidak akan pernah menjadi milikku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines