Ayo, Kita Sembuh

Ayo, Kita Sembuh

  • WpView
    Membaca 1,937
  • WpVote
    Vote 488
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 13, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ulsa terbiasa diam. Terbiasa menahan luka tanpa pernah benar-benar berniat mengobatinya. Sementara Nando terbiasa melampiaskan amarah-menjadikan orang terdekat sebagai samsak emosinya. Dan salah satu tempat pelampiasannya adalah Ulsa. Mereka sama-sama terluka, hanya saja berbeda dalam cara menghadapinya. Nando menyakiti Ulsa dengan kemarahan, Ulsa menyakiti dirinya sendiri dengan keterdiaman. Dan karena diam itulah, Ulsa harus menanggung lebih banyak sakit. Sampai akhirnya ia sampai di titik memilih-mengakhiri segalanya atau mencoba mengobati luka yang selama ini ia simpan sendiri. Di titik itulah Nando sadar, bahwa caranya melindungi diri justru menghancurkan orang yang paling ingin ia jaga. Dan semua itu, berakhir menjadi penyesalan yang tak punya ujung.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#528
kuliahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • RAJAWALI
  • Antara Cinta Dan Takdir Semesta
  • A L U N A [END]
  • ALGIS ✓
  • REGRET [END]
  • Love That Kills (Completed)✅

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan