Candlelight (HIATUS)

Candlelight (HIATUS)

  • WpView
    Reads 890
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 1, 2025
Aluna Mayesha Qilla tak pernah tahu bahwa perjalanan hatinya akan secerah cahaya lilin yang bersinar redup di tengah malam-candlelight yang memberi sedikit harapan di tengah gelapnya kebingungannya. Arsenio, kakak tingkat yang selalu ada di sekitarnya dengan tatapan penuh misteri, tak hanya membuat hatinya berdebar, tapi juga membawa Aluna pada kenyataan yang terlupakan. Ada rahasia yang disembunyikan di balik sikap dinginnya, sesuatu yang lebih dari sekadar perasaan, sesuatu yang telah membentuk takdir mereka sejak lama. Aluna hanya tahu, semakin ia mengenal Arsenio, semakin ia merasa bahwa kisah ini bukan tentang cinta biasa. Tapi bagaimana jika candlelight itu bukan hanya memberi cahaya, tetapi juga memunculkan bayang-bayang gelap yang tak bisa mereka hindari? Cinta yang muncul di tempat yang salah, rahasia yang tersembunyi jauh di dalam, dan takdir yang semakin menarik mereka menuju titik tanpa kembali.
All Rights Reserved
#414
teenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Vericha Aflyn ✔️
  • BULAN [END]
  • Anggara ✔
  • Pieces of Light
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Arsyilazka
  • Karsa 〔 selesai 〕
  • Halu [END]

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines