TRAUMA
  • WpView
    Reads 1,208
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang psikiater muda bernama Auriga, tiba-tiba saja mendapatkan kemampuan aneh setelah mengalami kecelakaan. Ia bisa melihat dan merasakan trauma yang dimiliki oleh orang yang bersentuhan dengannya, dan itu membuatnya frustasi. Apa yang akan dilakukannya terhadap kemampuannya itu? Apakah Auriga akan terus menghindari kontak fisik dengan orang lain selamanya agar tidak melihat trauma lagi, atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • Broken Trust
  • Mystery Of Love
  • Timpang Takdir
  • [ END ] Broken Shadow
  • Masa depan yang terulang
  • 𝐀𝐆𝐑𝐀𝐕𝐄𝐍
  • The Blue Shine
  • Raine Van De Hunter's

Aurelia, seorang penulis muda yang kembali ke kampung halamannya setelah sepuluh tahun, membawa serta luka yang belum sembuh dari kehilangan saudaranya, Ayra. Kembali ke rumah berarti menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari: hubungan yang memburuk dengan ibunya, kenangan akan saudaranya yang tenggelam dalam danau yang kini menjadi tempat wisata, dan Nadir-sahabat masa kecil yang kini menjadi seniman lukis pendiam yang tinggal di rumah kaca tua di tepi hutan. Sementara itu, Nadir menyimpan rahasia yang telah membebani hatinya selama bertahun-tahun. Ia adalah satu-satunya orang yang bersama Ayra saat tragedi itu terjadi. Namun, sesuatu tentang hari itu tidak pernah ia ceritakan, bahkan kepada dirinya sendiri. Ketika Aurelia dan Nadir dipertemukan kembali lewat proyek restorasi perpustakaan tua-tempat kenangan masa kecil mereka tertinggal-mereka mulai mengurai kata-kata yang tak pernah sempat terucap. Dalam keheningan percakapan mereka, dalam jeda, dalam napas yang tertahan, ada kisah yang selama ini tersembunyi. Dengan narasi yang puitis dan atmosfer yang melankolis, novel ini menggali tema kehilangan, komunikasi yang retak, dan upaya menemukan makna dalam ruang kosong antar kata-kata. The Spaces Between Our Words bukan hanya tentang yang dikatakan, tetapi tentang yang tidak pernah bisa diucapkan-dan bagaimana keheningan bisa menyembuhkan, menyatukan, atau justru memisahkan selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines