LAMPANG

LAMPANG

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 4, 2025
"Kamu serius nggak sih sama aku?" tanya Nasywa, suaranya lirih namun penuh keberanian, saat jarak di antara mereka semakin tipis-bukan hanya secara fisik, tapi juga hati. "Kalau cuma penasaran, mending mundur dari sekarang. Aku nggak mau disakiti karena main-main. Tapi kalau kamu serius, aku pastikan hubungan ini tetap kita jaga," ujar Nasywa, memastikan arah yang ingin dituju bersama Zaiy. Zaiy memandangnya lekat-lekat. "Emang kamu udah siap menikah?" tanyanya mantap, menuntut kepastian dari hati yang menggantung harapan. "Sebenarnya belum... Masih ada banyak hal yang harus aku siapkan. Tapi jujur, kalau kamu memang serius, aku juga udah nggak mau main-main." Hari itu, tanpa sumpah dan tinta, mereka menulis janji dalam diam, di ruang terbuka yang menyimpan harapan mereka bersama. Namun, kisah cinta tak selalu berjalan mulus. Setelah komitmen itu terucap, mereka mulai memperkenalkan diri pada keluarga masing-masing. Tapi untuk cinta yang indah, jalan yang harus mereka tempuh justru penuh ujian-rintangan datang bertubi-tubi, mengguncang keyakinan dan kesetiaan mereka. Akankah keduanya mampu menjaga janji yang telah mereka pegang erat? Atau justru salah satunya akan berpaling, dan cinta itu harus berakhir karena takdir atau pengkhianatan? Temukan jawaban atas perjalanan hati Nasywa dan Zaiy-kisah tentang cinta yang ingin bertahan, meski tak semua berjalan sesuai rencana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cawa
  • Behind Our Eyes
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Qiyamah Senja-completed
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Bukan Target Cinta (Tamat)
  • Spring House
  • SASHI
Cawa

"Cawa" adalah kisah cinta yang tumbuh dari luka, bertahan dalam ujian, dan diuji oleh waktu serta jarak. Di balik senyumnya yang lembut, Cawa menyimpan dunia yang rapuh-masa lalu penuh luka, kehilangan, dan perjuangan yang tak pernah usai. Dan di sisinya, ada Iki, seorang pria sederhana dengan masa lalu yang keras, yang menjadikan cinta sebagai perjuangan, bukan sekadar rasa. Bagi Iki, mencintai Cawa bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang melindungi, menjaga, dan memberi tempat paling aman bagi hati yang sudah terlalu sering terluka. Ia tidak hanya ingin bersamanya dalam tawa, tapi juga dalam tangis. Tidak hanya dalam senang, tapi dalam seluruh badai kehidupan. Kisah ini membawa pembaca menyusuri malam-malam kota, percakapan ringan penuh harapan, hingga tangis lirih dalam pelukan terakhir. Restu keluarga datang sebagai cahaya, tapi semesta tak pernah membiarkan cinta tumbuh tanpa ujian. Jarak, waktu, dan kesibukan perlahan menjadi jurang yang memisahkan, hingga keduanya mulai kehilangan sesuatu yang dulu sangat erat mereka genggam. Dalam keheningan pendakian gunung dan dinginnya malam, Iki menemukan ketenangan sementara dari luka yang tak pernah bisa ia ucapkan. Tapi satu hal tak pernah berubah-namanya masih Cawa. Dan rindunya, selalu mengarah ke sana. Cawa bukan hanya kisah cinta dua anak manusia. Ini adalah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, luka yang disembunyikan, dan harapan yang digantungkan pada langit yang kadang terlalu jauh. Sebuah kisah yang akan membuatmu diam, menangis, dan bertanya: Apakah cinta sejati harus selalu memiliki? Atau cukupkah dengan... tetap mencintai, meski dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines