LUNCHBOX!

LUNCHBOX!

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 3, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Hidup dalam streotype perempuan di atas 25 tahun belum menikah dilabeli sebagai 'Perawan gak laku' cukup menyinggung sebagian besar wanita di negeri ini. Namun tidak dengan Syara Levania Ishvara, dia cukup ignorant dengan sreotype tersebut. Sialnya, anak sulung tersebut tidak sepenuhnya dapat memegang kendali atas dirinya sendiri. Desakan untuk berkeluarga dari berbagai pihak—tentu saja salah satunya orang tua—menjadikan Syara mengambil opsi yang sangat riskan. Banyak sekali sebetulnya yang senasib dengan Syara. Mapan, good looking, wangi, dan mandiri tidak menjadikan seseorang dianggap cukup oleh lingkungannya. Lelaki yang berusia 28 tahun memiliki sial yang sama pula, tentu saja ditagih-tagih mengenai pendamping. Belum lagi tak sedikit individu yang menganggap dirinya Gay. Ya, Farez Darmawan Wiratmaja merupakan satu dari ribuan masyarakat konoha yang ditagih mengenai pasangan sah secara agama dan negara. Dua anak manusia tersebut memilih jalan keluar dari masalah yang dihadapi dengan cara masuk ke masalah yang lain.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Married is scary [Sanwoo]
  • Resep Cinta To Senior
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Ruang & Waktu
  • Mas Angga✔️
  • Kamu
  • SARUNG MAN
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido