Access Granted

Access Granted

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Adelina pikir menjadi mandiri adalah hal yang bisa ia lakukan ketika tidak mau bergantung pada orang tuanya. Dalam waktu beberapa bulan setelah ia magang, Mas Tama dari divisi sebelah membuat ia memikirkan ulang cara ia bisa berkembang tanpa menolak bantuan dari orang lain. Awalnya ia pikir Mas Tama berhasil menjadi salah satu orang yang bisa dipercaya untuk berbagi dan ikut dalam perjalanan hidupnya. Namun, ternyata Mas Tama sama seperti kisah sinetron yang dulu waktu SD ia tonton! Mas Tama ini belum selesai dengan kisah masa lalunya. Sebenernya dia ga suka mendengar penjelasan dari lelaki itu aja sih. Kalo begitu Adelina harus tegas dengan orang-orang yang tidak bisa membantu dia dalam berproses untuk berkembang. Ia akan tegas menolak orang-orang yang tidak jelas di hidupnya, contohnya Mas Tama. Eh tapi kali ini keputusannya pasti benar kan?
All Rights Reserved
#867
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putar Arah
  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • Shanarqie
  • Run Away
  • REALITY STANDS NECK | END
  • Sampai Menutup Mata
  • Langit
  • Hue
  • GAIRAH CINTA CEO MESUM 21+ (SELESAI)

Jika hidup adalah perjalanan, maka hidup juga tentang orang-orang yang kita temui dan silih berganti. Dalam sebuah perjalanan, terkadang kita berjalan sendiri, kadang juga ada teman yang membersamai. Ada yang datang dan pergi, ada yang hanya sekedar singgah untuk basa-basi, atau menetap sampai mati. Perjalanan juga membuat kita tahu bahwa tak selamanya orang lain akan berada di arah yang sama dengan kita. Orang yang berlawanan arah bisa jadi searah. Sebaliknya, yang searah bisa jadi putar arah. Namanya perjalanan, tentu tak akan selalu lancar. Begitupun dengan hidup Lana setelah sebuah batu besar menghadang perjalannya. Pada saat itu, Ia merasa semesta terlalu sibuk bermain dengannya. Atau malah mempermainkannya? Entahlah, yang pasti Lana hanya punya dua pilihan. Hancurkan batu itu dan melewatinya atau memilih putar arah untuk mencari jalan yang lain. Namun yang pasti, jika Lana memilih menghancurkannya, mungkin Ia juga akan ikut hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines