Access Granted

Access Granted

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 3, 2025
Adelina pikir menjadi mandiri adalah hal yang bisa ia lakukan ketika tidak mau bergantung pada orang tuanya. Dalam waktu beberapa bulan setelah ia magang, Mas Tama dari divisi sebelah membuat ia memikirkan ulang cara ia bisa berkembang tanpa menolak bantuan dari orang lain. Awalnya ia pikir Mas Tama berhasil menjadi salah satu orang yang bisa dipercaya untuk berbagi dan ikut dalam perjalanan hidupnya. Namun, ternyata Mas Tama sama seperti kisah sinetron yang dulu waktu SD ia tonton! Mas Tama ini belum selesai dengan kisah masa lalunya. Sebenernya dia ga suka mendengar penjelasan dari lelaki itu aja sih. Kalo begitu Adelina harus tegas dengan orang-orang yang tidak bisa membantu dia dalam berproses untuk berkembang. Ia akan tegas menolak orang-orang yang tidak jelas di hidupnya, contohnya Mas Tama. Eh tapi kali ini keputusannya pasti benar kan?
All Rights Reserved
#376
romansa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • Sampai Menutup Mata
  • Shanarqie
  • X10 [END]
  • Culdesac
  • Secret 21+
  • Hue
  • [1] MOTOCYCRUSH
  • Kita, Apa Adanya (Segera Terbit)
  • Putar Arah

Di tanah Kawali yang berembun, lahirlah seorang putri yang ditakdirkan bukan untuk dirinya sendiri. Dyah Pitaloka Citraresmi, sekar Sunda dari istana Galuh, tumbuh di bawah kasih ibunda dan kebijaksanaan ayahandanya, Prabu Linggabuana. Ketika surat pinangan dari Majapahit datang, dunia berubah. Di balik nama besar Hayam Wuruk dan bayangan Gajah Mada, cinta berubah menjadi medan kehormatan. Dari Sungai Cikawali yang bening hingga tanah Bubat yang merah, langkah Pitaloka menjadi jembatan antara cinta dan martabat. Ia bukan sekadar putri-ia adalah nyanyian yang lahir dari air mata, doa, dan darah bangsanya. Nyanyian Sunyi Sang Sundayana adalah kisah tentang cinta yang patah sebelum sempat berbunga, tentang kehormatan yang dijaga sampai napas terakhir, dan tentang nyanyian abadi dari tanah Sunda yang tak pernah berhenti meratap sejak hari darah itu di Bubat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines