We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kemeja Biru

Kemeja Biru

  • WpView
    Reads 11,413
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Raka, mahasiswa 18 tahun yang tertutup dan menyimpan rahasia tentang dirinya, tak pernah menyangka gairah bisa tumbuh dari ruang kelas yang dingin dan penuh norma. Di balik kemeja biru milik Pak Damar, dosen berusia 40 tahun yang tampak berwibawa namun jenaka, tersimpan godaan yang perlahan menelanjangi batas antara profesionalisme dan hasrat. Tatapan mata, sentuhan yang tak sengaja, dan percakapan penuh makna mulai menuntunnya pada pusaran rasa yang menggairahkan sekaligus menyesakkan. Ini bukan sekadar cinta terlarang-ini tentang siapa yang berani jujur pada dirinya sendiri, bahkan jika itu berarti melanggar segalanya.
All Rights Reserved
#92
blindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandi Rasa
  • ABANG KULI BANGUNAN (CERITA PANAS GAY)
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Twilight's Love Puzzle
  • Anatomi Bahasa Indonesia
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • RAKA
  • Naya
  • Candala [2]

[Bab tidak lengkap, untuk baca lengkap silakan ke Karya Karsa] "Kalau ada satu hal yang ingin aku lakukan, itu adalah mempertahankanmu. Sayangnya, aku tidak bisa, entah karena keadaan atau karena takdir yang tak terelakkan." Selama delapan belas tahun hidup di dunia, baru kali ini Berlin Ghazefa Lifen Soekotjo merasa tidak senang dengan pujian yang orang berikan. Entah karena dia merasa satu persatu hal di dalam hidupnya menjadi kebohongan atau karena calon ketua BEM kampusnya yang menilainya tidak ada bagus-bagusnya. Setidaknya hanya itu yang mampu menjadi alasan kebimbangan Berlin. Terkadang Berlin ingin meledakkan isi kepalanya yang penuh dengan bantahan atas tuduhan-tuduhan tidak jelas dari lelaki yang "katanya" akan menempati tahta tertinggi di kampusnya, Univeritas Indonesia. Jujur, Berlin ingin bersikap apatis saja. Tapi makin hari, semakin ia berusaha bersikap masa bodoh maka semakin jauh juga keterkaitannya dengan calon ketua BEM itu, Gerhana Sabrang Asegaf-lelaki keturunan Aceh-Arab yang jelas berbeda arah dengan dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa. Oleh Bella Putri Maharani (Bellazmr).

More details
WpActionLinkContent Guidelines