BENANG KUSUT

BENANG KUSUT

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 4, 2025
"Mereka bilang waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi mereka lupa, jika waktu juga bisa membuat luka makin dalam jika tidak diobati." -Aira Sebuah kisah seorang anak yang belajar memeluk dirinya sendiri, dan tentang keberanian untuk berkata, "Aku butuh pertolongan." Aira, gadis tiga belas tahun yang dulunya percaya bahwa keluarga adalah tempat paling aman untuk pulang. kini hidup di antara dua insan yang terpisah dan dua dunia yang saling menjauh. Rumah yang tak lagi hangat. Sekolah hanya tempat untuk berpura-pura. Dan malam-malamnya dipenuhi suara-suara yang hanya dia yang dengar.
(CC) Attribution-ShareAlike
#24
frindship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • KARAFERNELIA
  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • Another Pain (END) ✔
  • About Naskala [on going]
  • Different (END)
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Broken Home (Completed)

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines