naira, anak pertama yang sejak kecil terbiasa memendam, menunduk, dan menuruti. hidup di bawah atap yang seharusnya menjadi tempat pulang, justru membuatnya kehilangan arah. suara ibu terlalu sering membentak, tapi tak pernah bertanya, "kamu baik-baik saja?".
hubungan yang seharusnya jadi tempat sandar pun direnggut-bukan oleh waktu, tapi oleh restu yang tak pernah datang. di tengah beban sebagai tulang punggung diam-diam, naira mencoba bertahan: lewat tulisan, lewat tangis yang ia simpan sendiri.
kisah nyata
"keluarga adalah rumah, tapi bagaimana jika rumah itu tak lagi terasa hangat?"
allea tumbuh di tengah keluarga yang retak. di antara luka yang tak pernah sembuh dan cinta yang datang di waktu yang salah, ia harus memiilih memperbaiki hati yang patah atau memperjuangkan rasa yang tak pernah utuh.