We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BLOOD GAME

BLOOD GAME

  • WpView
    Reads 338
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
BLOOD GAME Ketika hidup lo ditentukan dari satu sentuhan layar... Ansor Ramadhan cuma remaja biasa. Bukan petarung. Bukan pahlawan. Cuma bocah SMA yang gak sengaja buka aplikasi misterius bernama BLOOD GAME. Begitu tombolnya disentuh, hidupnya berubah total-dunia diam, waktu membeku, dan pertarungan hidup-mati dimulai. Dengan kekuatan unik bernama Material Forge-kemampuan membentuk senjata dari benda besi yang ia sentuh-Ansor terpaksa ikut dalam permainan brutal ini, di mana setiap duel berarti hidup atau mati. Ia harus bertahan di tengah para pemain yang jauh lebih kejam, termasuk seorang gadis berbahaya bernama Reina Price, yang obsesinya pada Ansor bisa berubah jadi pelukan... atau jerat mematikan. Di balik game ini, tersembunyi sosok misterius yang mengawasi setiap langkah pemain. Siapa yang menciptakan Blood Game? Kenapa mereka dipilih? Dan... apakah Ansor bisa bertahan tanpa kehilangan dirinya sendiri? Selamat datang di Blood Game. Menolak berarti mati. Bertahan berarti berubah.
All Rights Reserved
#571
survival
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red String
  • SIRAUT SIRAH [REVISI]
  • Pecahan bayangan
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • Bloody Mystery
  • Psychopath girl ✓
  • El Cielo y la Tierra
  • SILENT REAPER

[Mature] Setiap hari mata biru sejernih lautan memandang merah panas api neraka di bumi dari balik dinding. Suara lolongan manusia meminta tolong terdengar kencang di telinga si wanita berambut emas, namun sunyi di telinga mereka para kaum aristokrat. Mereka yang tidak takut hukuman, karma, bahkan kematian. Menyembunyikan dosa di dalam kabut, mereka menutup rapat peti hukuman. Seorang jenderal, pelukis, pendengar, pembunuh, pelacur, pendendam, dan bangsawan. Berkumpul untuk menjadi pion yang membawa rahasia si mata biru hingga mati. Bergerak sebagai pion, berpikir seperti raja. Menghukum mereka yang tercatat di kertas kematian. Di dunia berdarah ini, yang hanya mengenal penindasan. Seseorang menghancurkan jiwanya untuk melindungi mereka. Pengorbanan tanpa nama untuk tujuannya sebelum ajal menjemput. Menarik semua garis merah, penulis skenario, menebak kemungkinan yang terjadi besok, dia menciptakan revolusi kegelapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines