The Dreamkeeper's Forest

The Dreamkeeper's Forest

  • WpView
    LECTURES 173
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadTerminé dim., juin 29, 2025
Ketika rasa putus asa menelan seluruh harapan, seorang gadis muda bernama Lian Yue memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, bukannya menemui kematian, ia justru terbangun di dunia lain-sebuah alam penuh roh dan makhluk aneh, di mana waktu dan realita tak berjalan seperti dunia biasa. Dunia itu gelap, indah, sekaligus menakutkan. Di sana, Lian Yue bertemu roh-roh yang juga tersesat, makhluk-makhluk bijak, dan bayangan masa lalu yang tak kunjung hilang. Untuk bisa kembali ke dunia nyata, ia harus menempuh perjalanan melewati berbagai rintangan, menghadapi rasa takut terdalam, serta menyatukan potongan-potongan jiwanya yang telah lama hancur. Sepanjang perjalanannya, Lian Yue mulai memahami makna penderitaan, cinta, dan harapan dari sebuah kehidupan. Di dunia roh yang asing itu, ia justru menemukan cahaya yang telah lama hilang dalam hidupnya-dan perlahan, ia menyadari bahwa hidup masih pantas untuk diperjuangkan.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Tandang
  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • Another World of Rosie (Rosie dan Dunia Fantasinya)
  • Minikui Hitobito Tensei : Change My Fate In Another World
  • Evanescence: Crystal's Transmigration [END]
  • Annalise and The Underworld [Ending]
  • Takdir yang Tak Tertulis: Terjebak dalam Dunia The Untamed

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu