Rimba Jiwa

Rimba Jiwa

  • WpView
    MGA BUMASA 220
  • WpVote
    Mga Boto 33
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tahun 1990-an. Di balik rimbunnya hutan tropis Thailand, suara alam bertarung melawan jeritan kebijakan negara. Pemerintah, dengan dalih konservasi, menetapkan kawasan adat sebagai taman nasional secara sepihak-menghapus eksistensi ratusan tahun masyarakat adat yang hidup selaras dengan alam. Di tengah konflik antara eco-fasisme dan eco-sosialisme, dua sosok bertemu: Smart, seorang analis hukum dan kebijakan dari LSM progresif di Bangkok, dan Boom, pemuda lokal dari suku pegunungan yang tertindas. Perjumpaan mereka bukan hanya menyatukan dua dunia-metropolis dan rimba-tetapi juga menyalakan api perlawanan dan kasih. "Rimba Jiwa" bukan hanya kisah cinta dua pria di tengah badai politik dan identitas, tapi juga upaya menyingkap stigma, menantang kebijakan dari balik menara gading, dan membumikan suara-suara yang selama ini dibungkam oleh jargon "konservasi."
All Rights Reserved
#723
mistery
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • Trouble Maker {BL}
  • POLICE ROMANCE {BL}
  • UNMARKED | Gongfourz | TaesHan | DaengSung | Myungnyangz | Boynextdoor

[Cerita ini minim konflik dan aku tujukan agar kalian terhibur dengan romansa desa yang sederhana] Areksa Mahendra, Mas-Mas Jawa yang berprofesi sebagai petani di desa itu harus mengalami kejadian naas di umurnya yang sedang semangat dalam menggarap bisnis dan sawahnya. Satu tahun lalu ia harus menjadi korban tabrakan dari seorang pengemudi mabuk. Kaki kirinya patah dan harus menjalani serangkaian operasi. Bahkan setelah semua operasi ia jalani, ia masih tetap belum bisa menggunakan kaki kirinya seperti sedia kala dan harus menggunakan kursi roda. Anindya Nasywa Ayudisha, perempuan yang baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tidak seperti orang lain yang memilih melanjutkan hidupnya di tengah gemerlap kota besar seperti Jakarta, Nindya memilih pulang ke desa. Nindya merasa Jakarta bukanlah tempatnya untuk hidup. Ia tidak menemukan dirinya sendiri di Jakarta. Sebulan di rumah, ia benar-benar menikmati hidupnya, meski menjadi pengangguran tentunya. Nindya mengganti semua waktu yang ia jalani di Jakarta dengan bermain dan hidup sesuka hatinya di desa. Nindya menjadi lebih bersosial daripada ketika di kota. Semua umur, baik laki maupun perempuan bisa Nindya dekati. Terutama, Ibu Ningrum, wanita yang selalu melabeli dirinya sebagai calon mantu bagi anak laki-lakinya yang tak lain adalah Areksa Mahendra.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman