Cahaya di Antara Dua Dunia

Cahaya di Antara Dua Dunia

  • WpView
    Membaca 31
  • WpVote
    Vote 10
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 4, 2025
Di bawah cahaya lembut sebuah lilin, terpampang sebuah pertemuan yang begitu halus dan penuh tata krama, seolah diambil dari halaman sebuah novel kehidupan yang belum ditulis. Tatapan mereka bertemu-bukan dengan gairah membara, melainkan dengan rasa ingin tahu yang lembut, penuh penghargaan. Ia menundukkan kepala, bukan hanya karena adat, tetapi karena keindahan sederhana dari momen itu, dari dirinya. Ia tidak berkata apa-apa, dan tidak perlu-sebab kadang, dalam diamlah sebuah cerita paling dalam dapat dimulai. Dan demikianlah, di ruangan penuh hiruk-pikuk dan suara langkah para tamu, sepotong kisah kecil pun dimulai. Bukan kisah tentang cinta yang membara, tetapi tentang pertemuan dua dunia yang berbeda-yang saling menyapa dalam ketenangan dan cahaya lilin.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pendekar Dari Pajajaran
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Until You love Me
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Laut dan Langit
  • MY MOODBOOSTER FROM AFRICA
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • STAR ALIGN

Setiap kerajaan besar menyimpan dua hal yang tak terelakkan: kejayaan... dan keretakan. Di Tarumanagara, pecahan-pecahan itu mulai terasa seperti getar halus di permukaan air-nyaris tak terdengar, tapi menyimpan badai yang sabar. Patih Wilagni tahu: ia sedang berdiri di antara sisa-sisa peradaban yang megah, tapi rapuh. Di usia senjanya, ia hanya ingin diam di beranda, mendengar suara angin dan cucu yang tertawa. Tapi sejarah jarang mengizinkan seseorang pergi tanpa luka. Tuduhan, pengkhianatan, dan dendam masa lalu mendesaknya untuk memilih: diam... atau melindungi yang ia cintai. Aryaseta, putra semata wayangnya, belum sepenuhnya tahu bahwa darah yang mengalir di tubuhnya adalah warisan dari masa yang runtuh. Ia masih membaca sastra tua di kamarnya, tidak tahu bahwa namanya sedang ditimbang di ruang-ruang kekuasaan yang tak ia kenal. Dan Santanu, bekas prajurit yang memilih menjauh dari hiruk-pikuk istana, kini harus kembali menakar kesetiaan di atas luka. Di antara rempah-rempah dagangannya, ia menyimpan satu sumpah: agar tak satu pun anak cucunya jatuh ke dalam lingkaran dendam keraton. Lalu, Tarumanagara pun pecah. Dari rahimnya lahir dua anak kandung yang tak lagi saling mengenal: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Satu ingin melanjutkan nama, satunya ingin memulai yang baru. Tapi sejarah tidak pernah bisa ditulis tanpa darah. "Petaka di Tarumanagara" bukan sekadar kisah tentang raja dan perang. Ini adalah narasi tentang perpisahan, tentang keberanian menyelamatkan jiwa meski kehilangan segalanya, dan tentang cinta yang bertahan meski dunia berubah bentuk. Bila kekuasaan adalah lingkaran, maka cerita ini adalah tentang orang-orang yang memilih keluar dari pusaran itu-demi cinta, demi warisan yang lebih luhur daripada tahta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan