CHANCE
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kematian Devano Sadewa membuat Mirei Diana menderita. Meskipun Mirei selalu berusaha menerima takdirnya, Mirei tidak bisa lepas dari bayang-bayang penyesalan dan rasa bersalah seumur hidupnya. Di hari peringatan kematian Devan, Mirei bertemu dengan Kania Siyami. Gadis dari masa remajanya yang mengingatkan Mirei pada sebuah fakta menyakitkan. Fakta yang membawa Mirei ke kematian. *** Orang bilang hidup itu adalah pilihan, orang bilang jika kita berusaha dengan keras kita akan berhasil. Orang bilang kita bisa mengubah takdir dengan kerja keras. Tapi apakah benar begitu? Karena faktanya seekor lalat tidak akan bisa bersinar seperti kunang-kunang, bahkan jika dia menelan bara api. Tetapi dalam kasus yang sangat langka, terkadang keajaiban itu terjadi. Kepada seseorang yang mengutuk hidupnya, dan kepada seseorang yang menderita sampai memohon kematiannya. Terkadang Tuhan membuka pintu kesempatan itu. Kesempatan yang membawa mereka pada takdir yang berbeda. "Apakah kamu percaya pada kehidupan setelah kematian?" Gabriel Sagara bertanya. "Katanya orang yang mati dengan penyesalan tidak akan bisa pergi ke sana. Mereka akan dikembalikan ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan mereka." "Tapi apa alasannya?"
All Rights Reserved
#46
timeleap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Edelweis
  • Amami
  • What If We?
  • TABITHA
  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Become an Antagonist Lady
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Wife Of The Main Character  [END]
  • Twinblossom
Edelweis

Kematian itu pasti. Rasa cinta dan sayang bisa pudar. Semuanya bisa datang dan pergi kapan pun namun tak ada yang menetap. Oleh sebab itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa "Dalam kehidupan, tidak ada yang abadi, karena untuk setiap 'selamat datang', akan selalu diakhiri dengan 'selamat tinggal'."

More details
WpActionLinkContent Guidelines