CHANDRAKUMARA

CHANDRAKUMARA

  • WpView
    Reads 4,418
  • WpVote
    Votes 478
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Tak ada yang benar-benar mengenalnya. Ia bagai bayangan di balik tirai senja-nyata namun tak tergapai. Marvellio Kalandra. Sosok dingin yang berjalan dalam keheningan, ditemani bisu, sepi, dan waktu yang tak pernah beranjak. Tapi bagaimana jika jiwanya tak lagi menyatu dengan tubuhnya? Apakah itu akhir dari segalanya? Atau justru awal dari sebuah perjalanan yang tak pernah tercatat di antara lembar takdir? ..... 🍭 Jangan lupa follow!! 🍭 Vote & komen!!
All Rights Reserved
#134
horor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTRUIST
  • CALLARIC
  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • RIFIORIRE
  • 7 broken wing [END] [REVISI]
  • Kenan Marveleo S. (End)
  • Transmigrasi Indigo || END
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World
  • MARVELO ANDROMEDES
ALTRUIST

Dimulai dari Nael anak berumur 9 tahun, yang harus mengikuti orang asing untuk tinggal bersamanya karena keluarganya, yang ternyata keputusannya untuk meningggalkan mansion yang ia anggap sebagai neraka malam itu, mengubah hidupnya, hidupnya yang semula redup kini mulai berwarna. -------- Ditengah malam yang sunyi di tengah hutan, lebih tepatnya mansion yang ada di tengah hutan, dentuman suara tembakan dan jeritan memilukan memecah keheningan. Langkah Seorang anak kecil berjalan masuk ke dalam mansion besar di depannya. Sepatunya tenggelam dalam genangan darah yang membanjiri halaman. Wajah manisnya tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Langkah kaki kecilnya terlihat tenang dan wajahnya yang terlihat manis itu menatap kosong saat ia melihat halaman mansion yang sangat berantakan. Banyak darah dimana-mana, tubuh tubuh yg ia yakini adalah para bawahan keluarganya. Nael Arthemis Evandria, anak sulung keluarga Evandria, berjalan melewati tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan. Darah segar mengalir di bawah kakinya, bercampur dengan tanah basah dan daun-daun yang terinjak. Bau logam menusuk hidung, tetapi bocah itu tetap tak terpengaruh. 'Masalah apalagi sekarang.' --------- Ikuti terus kisahnya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines