Sebagian besar manusia pernah mempertanyakan takdir.
Apakah segalanya sudah digariskan?
Ataukah kita sendirilah yang menggambarnya?
Annastasia Putri tak pernah menyangka hidupnya berubah sejak tanpa sengaja membeli sebuah buku tua misterius. Buku yang seharusnya berisi kisah fiksi, perlahan menuntunnya pada kenyataan yang tak biasa.
Di tengah cinta yang dipendam, terselip perhatian yang datang tiba-tiba, dan kehadiran seseorang yang mencuri hatinya perlahan-Anna mulai mempertanyakan kehidupannya. Apakah semuanya sudah ditentukan? Atau justru hatinya yang selama ini membimbingnya menuju akhir cerita?
Karena terkadang, yang tertulis hanyalah bayangan dari hati yang enggan bersuara.
Disclaimer: Please Respect the Author's Work
Hi, teman-teman pembaca yang baik!
Cerita ini adalah karya orisinal yang lahir dari imajinasi, waktu, dan usahaku sebagai penulis. Mohon dengan sangat untuk TIDAK MENYALIN, MENJIPLAK, atau ME-REPOST karya ini TANPA IZIN TERTULIS.
I believe we all value creativity and hard work-just as you'd want your own work to be respected, I kindly ask the same for mine. Let's support each other as fellow creators and readers.
Thank you for reading and supporting this story.
Your appreciation means the world to me 💛
Warm regards,
Nikma Karimah
65 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
65 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
Warning! Adult content, 21+. Some scenes and languages might not be suitable for below 21.
Silahkan membaca Trial&Error dulu sebelum membaca cerita ini.
Dewa : Nania.. cinta aku ke kamu itu,nyata. Cinta aku ke kamu itu, ada. I love you with all my heart. Hanya saja, takdir berkata lain, kita terlahir berbeda, dan selamanya berbeda. I love you now and forever, my love.
Bobby : Nania, Nia, sayang, Baby, gadis kecilku. It supposed to be fun...only. sampai akhirnya semua diantara kita, aku ke kamu, berubah menjadi cinta, di saat yang salah. I wish I could have more time.
Abram : Nania.. kenapa harus kamu yang muncul dihadapanku? Kenapa kamu menjadi sandaran ternyamanku? Kenapa harus kamu yang menjadi pendengar setiaku? Dan kenapa keberanian itu harus selalu kalah dengan suara - suara nista ditelingaku?
Andra : Nania..Nana..Ngil. Berapa banyak lagi panggilan spesial yang aku kasih ke kamu? perempuan yang anehnya gak pernah bikin aku merasa jengah walau kamu udah bertingkah kayak gimanapun? Perempuan yang selalu bikin aku was - was. Perempuan yang bikin seorang Andra gak seperti seorang Andra. maafin aku, kalau selama bertahun - tahun aku terlambat menyadari bentuk rasa ini apa. Semoga semuanya belum terlamabat waktu aku menyadarinya.