We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Selalu Nomor 2

Selalu Nomor 2

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
--- Selalu Nomor Dua adalah kisah panjang tentang Putra, seorang pemuda yang serba bisa namun tak pernah berhasil menjadi pemenang. Dalam hidupnya, Putra selalu menjadi bayang-bayang Angkasa-sahabat sekaligus rival yang populer, tampan, dan selalu unggul dalam segala hal. Dari perlombaan akademik hingga kehidupan percintaan, Putra selalu berada di posisi kedua. Namun, segalanya mulai berubah ketika mereka masuk kuliah. Di tengah persaingan yang tak kunjung padam, Putra mulai menemukan tujuan baru-bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi mencari arti keberhasilan yang sejati. Ketika cinta pertama, mimpi masa muda, dan harga diri saling berbenturan, Putra harus memilih: tetap menjadi penonton dalam hidupnya sendiri, atau mulai mengambil peran utama. Ini adalah kisah tentang perjuangan diam-diam, luka yang tak terlihat, dan tekad untuk bangkit meski dunia terus memilih orang lain sebagai juara. akankah putra berhasil menjadi pemenang? ---
All Rights Reserved
#123
kampuslife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tameng Gelar Sang Professor
  • Jejak Cinta Yang Abadi (joongpond)
  • Tamed by you(joongdunk)
  • Chika's Other Side [ END ]
  • Unmasking Desire
  • foursome relationship
  • A Story Never Told [21+]
  • As We Are
  • BLOOMING [END]

"Kami diajarkan untuk tunduk, bukan untuk berpikir. Lalu mereka menyebut itu pendidikan." Wino, anak supir truk dan pedagang sembako dari desa, memasuki kampus impiannya dengan harapan tinggi: menjadi peneliti, membangun masa depan, dan membalas jerih payah orang tuanya. Namun, kenyataan menghantamnya keras. Ia tidak menemukan ilmu, hanya slide. Ia tidak menemukan dosen, hanya pembaca PowerPoint. Ia tidak menemukan pembimbing, hanya pengejar jabatan. Melalui mata Wino, pembaca diajak menelusuri sisi gelap dunia akademik-dosen yang tidak tahu apa yang ia ajarkan, kampus yang berubah menjadi korporasi, dan budaya diam yang membuat mahasiswa tak lebih dari angka statistik. Ini bukan sekadar kisah kecewa. Ini adalah kisah perlawanan diam. Tentang seorang mahasiswa biasa yang memilih mencatat semua kebusukan, hingga akhirnya menuliskannya menjadi senjata. Karena ketika kebenaran tidak bisa diteriakkan, maka ia harus dituliskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines