Sejauh apapun Jisung berlari dan bersembunyi, lelaki itu tetap saja menemukannya. Bahkan ketika Jisung menyerah dan kembali ke kampung halamannya, lelaki itu tetap menemukannya. Mengacaukan pernikahan yang hanya menghitung hari. Tidak sanggup menahan siksaan itu lagi. Jisung mulai mengalami keanehan dalam dirinya. Pola pikir melambat akibat terlalu stress dan tertekan. Awal Jisung tidak memiliki kelainan dalam dirinya. Hanya air mata dan siksaan yang selama ini didapatkannya sejak lelaki itu menjebaknya
Mais detalhes