Wist - Flowers just bloom to be left behind

Wist - Flowers just bloom to be left behind

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Semua orang bilang waktu bisa menyembuhkan luka. Tapi bagaimana jika yang hilang bukan hanya luka... tapi sebagian dari ingatanmu sendiri? Kinara hanya ingin hidup tenang-menata ulang langkah, bekerja, dan menepis mimpi-mimpi yang tak lagi utuh. Namun, satu per satu hal-hal aneh mulai muncul: tempat yang terasa familiar padahal belum pernah ia datangi, surat bersimbol inisial asing, dan perasaan tak nyaman yang tumbuh saat menatap mata seseorang yang seharusnya ia anggap asing... tapi tidak. Saat rahasia masa lalu perlahan merayap ke permukaan, Kinara dihadapkan pada pilihan: tetap melanjutkan hidup yang tenang, atau menggali kebenaran yang mungkin akan menghancurkan segalanya. Dan terkadang... yang paling menyakitkan bukanlah hal yang dilupakan, tapi hal-hal yang sengaja disembunyikan. 🎭 Genre: Drama | Romance | Mystery | Psychological | Slice of Life
All Rights Reserved
#392
amnesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Unexpected Stranger
  • Over Again (COMPLETED)
  • faded and broken
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • The Comedian's Last Laugh
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • HEALING

[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines