Suddenly You (REVISI)

Suddenly You (REVISI)

  • WpView
    Lecturas 7,618
  • WpVote
    Votos 663
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 29, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Setelah kehilangan Gavin, pacarnya yang meninggal lima bulan lalu, Raisa memutuskan untuk pindah ke Jakarta bersama keluarganya, berharap bisa melupakan kenangan yang menyakitkan. Di sekolah barunya, Raisa bertemu dengan Tania, teman baru yang ceria dan mudah akrab. Tapi yang benar-benar menarik perhatiannya adalah Mohan, cowok bad boy yang terkesan cuek, cool, dan sering bikin Raisa kesal. Namun, ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pertengkaran ringan mereka. Mohan, yang selalu nyebelin, sebenarnya menyimpan perasaan yang lebih dalam untuk Raisa. Tapi, yang lebih mengejutkan lagi, dia belum tahu kalau Raisa adalah pacar kakaknya, Gavin, yang meninggal. Sementara itu, Raisa juga tak tahu bahwa Mohan adalah bagian dari keluarga Gavin yang belum pernah dia kenal. Saat keduanya mulai terikat dalam sebuah hubungan yang rumit, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa masa lalu dan perasaan yang terpendam bisa membuat segala sesuatunya jauh lebih rumit dari yang mereka bayangkan.
Todos los derechos reservados
#343
mohan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Be Yours
  • DRABIA [END]
  • Back In Love
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Mari Saling Bicara
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • UNTUK AZA ( COMPLETED)
  • Possesive Playboy
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido