Suara dari Bawah Tanah

Suara dari Bawah Tanah

  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 8, 2025
Hari itu seharusnya biasa saja-tapi empat anak laki-laki dari tempat berbeda menghilang tanpa jejak. Dibuang ke ruang bawah tanah oleh organisasi misterius bernama Arkana, mereka menemukan kenyataan mengerikan: anak-anak dijadikan komoditas dalam jaringan gelap perdagangan organ dan manusia. Di tengah ketakutan, muncul keberanian. Di balik dinding gelap, lahir tekad untuk melawan. Namun, tidak semua akan selamat. Ketika satu dari mereka tak pernah kembali, yang tersisa bersumpah untuk membawa kebenaran ke permukaan. Karena ini bukan kisah tentang pahlawan-ini tentang mereka yang nyaris dilupakan dunia. "Kami bertiga pulang. Tapi kami bukan anak-anak yang sama lagi." !!!DISCLAIMER!!! cerita ini hanya fiksi dan imajinasi pengarang belaka, jika ada kesamaan nama karakter, organisasi, tempat, itu bukan unsur kesengajaan, melainkan kebetulan semata.
All Rights Reserved
#746
kriminal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • The Abyssal Three
  • Chained Beneath the Sun
  • Mantra Penghancur Moral
  • Mystro {On Going}
  • SAYAP YANG PATAH
  • 𝔄𝔰𝔥𝔢𝔰 𝔬𝔣 𝔱𝔥𝔢 𝔉𝔞𝔩𝔩𝔢𝔫

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines