We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Langkah Kecil, Mimpi Besar

Langkah Kecil, Mimpi Besar

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dibalik senyum tipis dan langkah yang pelan, Kanara menyimpan luka masa lalu dan mimpi yang tak pernah padam. Hidup tanpa kakak dan jadi korban bullying sejak kecil membuatnya tumbuh dalam kesunyian. Tapi di tengah gelap, Kanara menemukan cahaya - dalam kata-kata dan mimpi menjadi CEO dan Penulis. "Langkah Kecil, Mimpi Besar" adalah perjalanan seorang gadis remaja yang belajar bertahan, berdamai dengan luka, dan percaya pada kekuatan langkah kecilnya. Karena kadang, mimpi yang paling besar justru dimulai dari nyala paling sederhana.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#48
gadistangguh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALONE || JENO LEE
  • Contract Marriage [Project Santai]
  • At The Wrong Crossroads [bluesy]
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Insecure [REVISI]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • PERMEN KAPAS (EDISI REVISI)

"Ini adalah kisah seorang anak yang selalu merasa sendirian, meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Ia tetap berusaha dengan keras dalam menghadapi tantangan hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap hari, ia merasa seperti tidak dibutuhkan, seperti bayangan yang tak terlihat. Pertanyaan dari orang tua nya, menjadi pil pahit yang mengingatkan dirinya tentang kesendirian yang tidak pernah terobati. "Abang bagaimana hari ini sayang?" tanya sang papa dengan senyum hangat. "Adek, bagaimana dengan sekolahnya?" tanya sang mama dengan tatapan hangat dan penuh kasih. Tidak dapat di pungkiri, Jevin merasakan luka yang teramat dalam. Namun, dia hanya bisa menggumam pelan, "Mereka sungguh terlihat sempurna tanpa aku". Jevin merasa seperti tidak memiliki tempat dalam keluarga ini, seperti tidak ada satu pun dari mereka yang membutuhkannya. Dalam kesendirian yang menghantuinya, ia tetap berusaha untuk menjadi lebih kuat. Jevin akan berusaha menghadapi setiap tantangan hidup nya dengan berani dan tangguh, meskipun jika dia hanya sendirian, dia akan tetap maju tanpa meminta bantuan orang lain. Namun, meski pun begitu, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih sangat berharap akan ada seseorang yang dapat memahami dan mendengarkannya. Ia juga berharap akan ada seseorang yang dapat melihatnya, bukan hanya sebagai bayangan yang tidak terlihat. Namun juga sebagai seseorang yang layak untuk dicinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines