That Name
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Highschool
Romantic Comedy
"Cieeee Dewi sama Dewa datangnya bareng. Serumah ya?" "Eh Dewa. Dewi lo mana?" "Halo, Deeeww-a. Lah kenapa nengok, Wi? Kan gue manggil Dewa." "Acieee Dewi-Dewa kiw kiw." Berawal dari bahan ejekan di kelas 10 IPS 3, satu sekolah tiba-tiba saja kompak menjodohkan Dewi dengan si anak baru, Sadewa. Dewi sebenarnya tak keberatan dijodoh-jodohkan dengan seseorang seperti Sadewa: tinggi, alisnya tebal, matanya hilang saat tersenyum, punya lesung pipi ... okay cukup memuji laki-laki dengan nama satu kata itu. Masalahnya, Dewi punya gebetan yang harus ia kejar di kelas sebelah, yang sepertinya mulai ikut-ikutan mempercayai perjodohan konyol itu. Gawat! Dewi harus segera menegaskan jarak antara dirinya dengan Sadewa. Namun, dalam perjalanan menarik garis batas itu, Dewi justru melihat sisi lain Sadewa yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Dewi berusaha untuk tidak terlarut, tetapi Sadewa seolah terus menariknya menuju palung tanpa dasar. Dewi terus menyelam dan lupa caranya berenang ke permukaan. Sampai suatu hari ... "Gue suka sama lo, De." . That Name forever the name on my lips 2026 © anothertuesdayy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines