menjadi tukang pijat andalan om

menjadi tukang pijat andalan om

  • WpView
    Reads 11,288
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Erotica
Workplace
Slow Burn
Matahari sore menyinari halaman kecil rumah bambu di ujung desa. Di teras rumah itu, seorang gadis berusia duduk sambil memandangi ijazah Sekolah Menengah Pertamanya. Namanya Susi. Di atas kertas itu tertulis nilai-nilai yang cukup baik. Guru di sekolahnya pernah berkata bahwa Susi adalah anak yang cerdas. Ia suka membaca, rajin mengerjakan tugas, dan selalu bermimpi bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Namun mimpi sering kali kalah oleh kenyataan. Orang tua Susi telah bercerai sejak ia masih kecil. Sejak itu, ibunya, Bu Ratna, bekerja sebagai tukang pijat++ untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Penghasilannya tidak menentu, karena tarif yang sangat murah hanya 50ribu dalam satu jam atau bahkan sampai pelanggan klimaks.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa

(BELUM DI REVISI MASIH BANYAK TYPO) Ansera, gadis centil dan cerewet, langsung jatuh hati pada Raha saat pertama kali ia melihat lelaki itu, pengacara kaku yang jarang menunjukkan ekspresi. Dari pertemuan pertama, Sera langsung bertekad, ia harus membuat Raha menyadari keberadaannya, dengan cara apa pun. Tapi, untuk menembus hati seseorang yang selalu terlihat dingin ternyata lebih sulit dari yang ia bayangkan. Setiap kata serius dari Raha, menjadi tantangan dan godaan sekaligus bagi Sera. "Mas, aku mau pelukan sama kamu. Tapi, tunggu rumahku sepi." "Terus, nanti digrebek warga, gitu, Ansera?" "Mau banget." | start 21 december 2025 | end 11 april 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines