CASHEL (On Going)

CASHEL (On Going)

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 6, 2025
Bagaimana jadinya dua sosok pintar di pertemukan di satu sekolah? -** "Gua benci senyuman itu, gua benci mata yang menatap gua dengan sendu, gua benci mata yang gua anggap teduh itu". -Casher "Aku tetep bakal senyum, walaupun kamu gasuka sama aku. Senyum itu ibadah, gaada salahnya kan aku senyum ke orang yang benci aku?" -Nebula -** "Anjing, Mata lo di jaga sialan!" Casher menghantam lelaki yang ada di depannya itu, bukh bukh -** "Aku cape, aku juga gamau ada di posisi ini.." Suara tangis yang terdengar di ruangan kosong sekolah. Sosok yang bersembunyi di balik ruangan itu merasakan sesak di hatinya saat mendengar tangis itu. -** "Jangan senyum" "Kenapa? Senyum itu kan ibadah" "Senyum ke gua aja, jangan ke yang lain." -** start: .. end:... Jangan lupa support author dengan vote dan follow akun author ya!
All Rights Reserved
#54
pintar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Transmigrated as twins
  • Ayesha Transmigration
  • ASAVELA KIARA
  • GRIZLEN {On Going}
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Kisah Sang Remaja (Revisi)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines