Lucifer Soul [Remake]

Lucifer Soul [Remake]

  • WpView
    Reads 255,120
  • WpVote
    Votes 19,923
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 22, 2025
Siapa sangka, diusir dari surga, memimpin dineraka, dan sekarang, saat Lucifer membuka matanya, biasanya ia berada dikamar super panas nya, namun kini ia malah berada di ranjang bayi. Tunggu- APA?! BAYI?! Sialan! Ini penghinaan besar bagi raja iblis seperti Lucifer, Lucifer tak terima diperlakukan seperti ini. Sebenarnya apa yg direncanakan oleh para dewa itu hah?! "Cantiknya... Apakah dia bayi perempuan, Belian?" tanya pria itu kepada seorang wanita bergaun merah yang sudah duduk di situ sejak tadi. Pria besar itu menatap bayi yang baru di lihat nya setelah istrinya melahirkan beberapa jam lalu dengan tatapan rumit. "Kita punya adik perempuan?!" seru seorang balita dalam gendongan si pria besar. "Woahh! Benarkah, Ayah? Kita punya adik perempuan?!" tanya balita lain yang wajahnya sangat mirip dengan anak dalam gendongan pria itu. Balita itu berebut ingin melihat si bayi lebih dekat, ketika manik mereka bertemu dengan penampakan si bayi, balita tersebut sedikit terkejut. "Papa, rambut adik perempuan ku ada yang berwarna emas? Kenapa cantik cekali," ujar balita tersebut gemas, wanita bergaun merah melirik tak nyaman. "Tidak, anak-anak. Dia laki-laki. Adik kalian laki-laki," jawab wanita bergaun merah yang dipanggil Belian dengan suara gelisah, wanita itu abai dengan ujaran lain balitanya. "Cleon, bayi kita laki-laki. Kau tak masalah, bukan?" tanyanya pada pria besar gelisah. "Ya, selalu. Tak masalah mau bayi itu laki-laki atau perempuan... Pun tak masalah dengan bayi laki-laki yang bisa kita dandani seperti bayi perempuan," jawab Cleon dengan bibir yang tersungging miring. "Oeekkk!! Oeekkkk, oeekkk!" Cleon segera mengangkat bayi itu dari ranjang. "Sepertinya kamu mendengar kalau kamu akan dijadikan bayi perempuan, ya, Xeon?" "papa bercanda, Xeon," ucap Cleon, tapi tangisan bayi itu justru makin kencang. Ia tak bisa bicara, hanya bisa menangis sekuat tenaga. Ya... bayi itu adalah Lucifer. [Di remake agar tidak membosankan.]
All Rights Reserved
#476
cuteboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Dark Angel
  • Baby Titan (Tamat)✔
  • Become Baby Boy✓
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • AXEL and EXA (END)
  • ESHA🍓 || (END)

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines