We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diploma di Ujung Dunia

Diploma di Ujung Dunia

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2025
WpInfo
Non-Fiction
SEBELUM MEMBACA ,KALIAN HARUS MENGGUNAKAN GOOGLE TERJEMAHAN YAA BIAR KALIAN MEMBACANYA TANPA BINGUNG YAA!!!!!!!! ................................................................ ................................ ........... Lahir di keluarga kaya raya, hidup gadis itu nyaris sempurna di mata semua orang. Kulitnya putih bersih, bola matanya coklat tua yang selalu tampak berkilau. Sejak kecil, ia tidak pernah kekurangan apa pun... kecuali kebebasan. Dibalik segala kemewahan, ia dibebani ekspektasi tinggi. Hari-harinya hanya diisi belajar dan belajar-tanpa ruang untuk bernapas. Hingga akhirnya, ia memutuskan pulang ke kampung halaman dan tinggal bersama sang oma. Di sana, ia menemukan kembali arti kehidupan dan kenikmatan belajar yang selama ini hilang. Namun saat kelulusan semakin dekat, datanglah sebuah ujian mengerikan yang hampir meruntuhkan segalanya. Tanpa dukungan dari orang tua, ia merasa terpuruk dan ingin menyerah. Ujian apakah itu? Apa yang sebenarnya ia hadapi? Temukan jawabannya dalam cerita ini. Jangan lupa baca sampai habis dan... dilarang copy-paste ya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • Jeya✔️
  • ALEYA~~
  • Rumah Penuh Kaca [COMPLETED]
  • DIFFERENT
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Mencintai Dalam Diam (SELESAI)
  • USAI? (On Going)

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines