Widodari (Stories Van Java)

Widodari (Stories Van Java)

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 7, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Sejak kecil, Gintara terbiasa hidup berdampingan dengan hal-hal yang tak terlihat. Bisikan samar di telinga saat malam jatuh, bayang-bayang yang tak diikuti oleh tubuh, dan tatapan kosong dari wajah-wajah yang seharusnya tak ada - semua itu sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagi Gintara, kemampuan ini bukan anugerah, bukan pula kutukan. Hanya warisan. Sesuatu yang mengalir dalam darah keluarganya dan tak pernah benar-benar bisa dilepaskan. Ketika kesempatan KKN membawanya ke sebuah desa tua di lereng Merapi, Yogyakarta, Gintara mengira itu hanya perjalanan biasa. Desa Merapi tampak sunyi, tenang - terlalu tenang. Namun di balik rerimbun bambu dan lorong-lorong waktu yang terasa membeku, ia bertemu dengannya: Winarta. Pemuda berbalut lurik klasik dengan sorot mata yang sulit ditebak, seperti menyimpan cerita dari zaman yang berbeda. Pertemuan mereka tak seperti pertemuan biasa. Tatapan Winarta terhenti lama di wajah Gintara, seolah mengenali sesuatu yang telah lama hilang. "Aku sudah menunggumu, Jenar," ucapnya pelan. Nama itu, Jenar, membangkitkan getar aneh dalam dada Gintara. Nama yang selama ini hanya bergaung dalam cerita samar keluarganya - nama leluhur perempuan yang menghilang dalam sejarah, meninggalkan jejak yang tak pernah tuntas. Semakin dalam Gintara mengenal Winarta, semakin jelas ia menyadari: mereka terhubung oleh sesuatu yang lebih tua dari waktu, lebih dalam dari sekadar pertemuan kebetulan. Ada kisah yang belum selesai. Ada luka yang belum sembuh. Dan di antara bisikan masa lalu dan bayang-bayang yang tak kasat mata, Gintara perlahan ditarik ke dalam pusaran cerita yang melibatkan cinta, pengkhianatan, dan janji yang belum ditepati. Karena di desa ini, di bawah bayang Merapi yang agung, masa lalu tak pernah benar-benar diam. Dan beberapa pertemuan, memang ditakdirkan untuk mengulang cerita yang belum usai.
All Rights Reserved
#421
sejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avion (End)
  • Duranta Repens
  • Paralaks: Refleksi dari Keabadian
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • 74/366

(Park Jeongwoo x Pharita AU) Garin selalu hidup di bawah pengawasan Barra yang ekstra ketat. Tinggal berjauhan dengan kedua orang tua membuat kakak lelakinya benar-benar memperlakukannya seperti berlian berharga. Bagi Barra, sang adik adalah permata yang harus dijaga, disembunyikan, dilindungi dari manusia-manusia serakah yang sedang berburu harta karun, sekalipun usianya telah menginjak sembilan belas tahun. Garin tampaknya juga tak ingin berdebat lebih lanjut, menurut saja dengan segala ucapan si sulung-karena memang hanya Barra yang dimilikinya, sebagai kakak dan pengganti Mama-Papa. Hingga akhirnya, dia bertemu Avis. Perkenalan dengan Jacquavis benar-benar mengubah segalanya, terlebih ketika pertemanan yang terjalin lambat-laun menimbulkan sesuatu yang lain. Cinta, tak bisa terelakkan, tak bisa dicegah, hingga membuat si pria berusaha mati-matian merebut hati Barra agar memercayainya. Antara persahabatan, pengusahaan restu, juga pengejaran mimpi, keduanya tetap bersama. Bahkan, ketika kisah yang terpintal tak sesuai dengan rencana. Bahkan, ketika terpisah ribuan kilometer dan menyebabkan air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines