C A K R A W A L A | R2

C A K R A W A L A | R2

  • WpView
    Membaca 21
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sen, Mei 5, 2025
Bagi sebagian orang, waktu itu mungkin hanya deretan angka yang berlalu begitu saja. Tapi bagiku, sembilan tahun adalah jeda panjang yang penuh dengan penyesalan, tawa yang terlewat, dan kenangan yang tak pernah benar-benar hilang. Aku masih ingat, malam itu, hujan turun deras. Kata-kata perpisahan meluncur dari bibirku, lebih dingin dari udara yang menusuk tulang. Aku pikir, waktu akan menyembuhkan segalanya. Aku salah. Kini, di sudut kota yang sama, takdir mempertemukan kami kembali. Dia berdiri di hadapanku, dengan senyum yang sudah lama tak kulihat-senyum yang dulu pernah menjadi rumah paling nyaman untuk pulang. Sembilan tahun berlalu, tapi detak jantungku masih sama. Apakah waktu benar-benar bisa menyembuhkan, atau justru membuat luka semakin dalam? Cerita Rin & Raka Selamat membaca🤍
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#526
raka
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • ANGELILKA (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • Pergi yang Tak Kembali..
  • Nuginara [END]
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Sekali Lagi (End)
  • [1] LUKA SEMESTA [END]

Ini patah yang sebenarnya patah, bukan sembarang di kata ini nyata luka yang benar-benar terluka. Tak sedikit aku menemui perpisahan tapi tidak pernah aku merasa begitu kehilangan. Sebenarnya aku ingin menjadi rumah tapi ternyata kau hanya singgah, dari kepergianmu aku berharap punya titik balik yang menuju padaku, berharap jika kau masih mengingat siapa aku. Banyak sekali suara yang saya dengar hingga hampir setengahnya memilih untuk membunuh rasa ini, mereka hanya tidak ingin mendengar cerita sendu dari diriku. Sekuat apapun aku berlari menjauh rupanya tetap kamu arah pulang ku, dirimu adalah porosku. kemanapun aku pergi dan di hati manapun ku singgahi sejatinya hanya pada dirimu aku jatuh dan kembali. Ketahuilah Tuan, Tentang hatiku yang begitu cepat mencintai dan pikiranku untuk jatuh padamu itu juga sulit di pahami yang seharusnya sadar diri aku malah gila mencintaimu tanpa ada kata berhenti. Pada Tuan September berkatmu aku punya oktober yang berantakan. Kepergianmu berhasil membuat pikiranku acak-acakan. Tapi, terimakasih, jika kita tidak ditakdirkan berpasangan mungkin kamu hanya sebatas pengalaman. Aku tulis kisahnya disini. Tidak ada maksud lainnya. hanya saja menumpahkan semua isi dalam hatiku itu akan membuatku lega, sebab aku tak mampu mengungkapkan langsung lewat mulutku. Cerita Rein, mungkin ada kesamaan kejadian atau yang lainnya itu hanya kebetulan karena ini adalah kisah fiksi remaja. Terimakasih.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan