HAGA Kepada RAA (on going)

HAGA Kepada RAA (on going)

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 17, 2026
"Jangan nunggu yang ga pasti." "Emang kapan gue ga nunggu lo?" Dua insan itu sama sama sakit, sama sama terluka, juga sama menderita. Bedanya, yang satu terpaksa pergi karena keadaan dan yang satu terpaksa menerima kenyataan. Jika ada kehidupan kedua, mungkin kedua insan itu akan meminta agar bisa hidup bersama selamanya. Dia Mahaga Biru Renggala. - - - -
All Rights Reserved
#418
badromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nearby Relations
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Aku yang kau paksa hancur
  • Sang Penguasa
  • Beauty and the Boss
  • [END] When the Stars are Tired
  • SUIT & DRESS (COMPLETED )
  • AKU (COMPLETED)
  • MINE (END)

Nadine pikir hidupnya sudah cukup berantakan. Baru saja dikhianati orang yang paling dia perjuangkan - David. Pacar yang selama ini dia bela mati-matian di hadapan orang tuanya. Melawan larangan, berdebat tanpa henti, jadi anak paling keras kepala di rumah, semua itu berujung sia-sia. David justru berpaling diam-diam. Belum sempat membereskan lukanya, Nadine dihadapkan pada kejutan lain. Ibunya mengenalkan seseorang. Calon jodoh pilihan keluarga. Dan orang itu... Narendra. Tetangganya sendiri. Yang seumur-umur paling cuma di sapa waktu lebaran doang. --- Narendra datang dengan hidupnya sendiri. Baru pulang dari Jepang, fokus utamanya sederhana: kerja, bangun karier, hidup tenang. Tapi baru juga adaptasi di Jakarta, ibunya sudah datang dengan misi lain: menikah. Dan nama calonnya... Nadine. Anak bawel yang dulu cuma lewat-lewat di depan rumahnya doang. Narendra bisa saja menolak. Tapi bukannya langsung menentang keluarga, dia justru menawarkan sesuatu pada Nadine. Sebuah kesepakatan. Rencananya sederhana: Jalanin aja dulu, kalau memang tidak cocok, keduanya bisa mundur tanpa beban. Dengan alasan yang logis - sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Terdengar mudah. Sampai keduanya mulai menyadari... justru bagian paling sulit dari semuanya adalah menahan hati agar tidak benar-benar jatuh. Karena ternyata, perasaan nggak pernah sesederhana itu. "Katanya cuma kesepakatan. Kok malah kayak pacaran beneran?" -------------------------------------------------------- ©Nmikasa2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines