Maximilian Devereaux (End)

Maximilian Devereaux (End)

  • WpView
    LECTURAS 15,463
  • WpVote
    Votos 1,523
  • WpPart
    Partes 68
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 21, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
"Gak usah sok mandiri," gumam Max dari ruang tamu, tanpa menoleh. Ia bangkit dan merebut botol dari tangan Bianca, lalu menuangkannya sendiri ke dalam gelas. Bianca hanya menunduk. "Maaf... aku cuma nggak mau merepotkan." Max menatap gelas di tangannya, bukan gadis di depannya. "Lo tahu, kan? Mata itu harusnya tetap di tubuh Cia." Suasana mendadak berat. "Gue tahu lo buta. Dan lo manfaatin detik terakhir Cia buat hidup pakai bagian dari dia. Sementara dia sendiri-" "Aku nggak minta ini..." potong Bianca, lirih. Suaranya nyaris tak terdengar. "Kalau bisa, aku rela kembalikan segalanya asal Cia hidup lagi." Max menatapnya untuk pertama kalinya. Tatapan yang tajam, seperti dinginnya pecahan es yang menusuk kulit. "Tapi kenyataannya enggak, kan?" katanya cepat. "Dia mati. Lo hidup. Dan lo bilang nggak mau jadi beban. Tapi kehadiran lo aja udah beban buat gue."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • RAGNALA [END]
  • GLANCE
  • mystery of the past
  • IMDL
  • GAREN With Hate (End)
  • Grazdero || Mazaya
  • KING BLACK
  • ZERGAN
  • DEVIAN [ END ]

SUDAH COMPLETED YANG MEMBACA, JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN COMMENT SERTA FOLLOW AKUN INI YA. (DILARANG PLAGIAT! KARENA INI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR SENDIRI) Ini bukan kisah klise Play-boy yang bertemu dengan cewek galak, lalu pacaran. Tidak, bukan itu. Lebih tepatnya, lebih dari itu. Cerita ini menceritakan kisah seorang Play-boy yang menjabat sebagai ketua Geng Motor Arevas bernama Albares Madagaskar. Sikap kejam, dingin, nepotisme, serta mengutamakan otot dari pada otak kala merasa kesal, menghilang begitu saja setelah gadis pemberani bernama Vanilla masuk kedalam kehidupannya. Niat hati ingin memberikan Vanilla pelajaran, malah berputarbalik membuahkan perasaan. Albar jadi suka pada gadis itu. Keduanya langsung menjalin kasih setelah melewati berbagai rintangan yang harus dihadapi. Pikir Albar, semua masalah usai ketika mereka berpacaran. Nyatanya, tidak. Banyak mantan kekasih Albar, beserta musuh-musuhnya, bekerja sama untuk membuat hubungan mereka menjadi berantakan. "Kisah kita akan terus melekat. Musabab diawali dengan debat. Lalu berbuah menjadi perasaan yang lebat. Dan diakhiri dengan ukiran kisah cinta yang hebat." #1 in Vanilla (07/07/22)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido