Cuma Anak Perempuan Pertama

Cuma Anak Perempuan Pertama

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 6, 2025
Sebatas pemikiran dangkal anak pertama yang dari kecil hidupnya sudah diatur orang tua. Cuma pikiran anak pertama yang merelakan segala keinginan, impian, dan cita-citanya cuma buat mencapai keinginan orang tuanya yang ga terwujud. Sekali lagi selamat berjuang buat anak pertama yang kehilangan dirinya sendiri. Dan ucapan selamat juga bagi anak pertama yang berhasil menarik dan mengambil alih dirinya sendiri. Ini cuma sedikit kutipan atau pikiran emosional, atau bahasa santainya mini diary isi otak anak pertama yang ga tau mau diceritain kesiapa kalo enggak ke dirinya sendiri. Terlepas dari pro dan kontranya itu urusan masing-masing aja ya. Karna jalan hidup yang kita lalui juga beda-beda, bagaimana kita berfikir dan bertindak pun beda-beda. Jadi kalo ada temen-temen yang kurang srek atau ga sepemikiran boleh di skip aja ya. Have a nice reading to my little diary... Btw karena namanya diary abaikan typonya ya guys✌🏻😉
All Rights Reserved
#441
orangtua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Change The Plot (Niel)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines