Mantra Penghancur Moral

Mantra Penghancur Moral

  • WpView
    Reads 3,861
  • WpVote
    Votes 1,661
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Oct 21, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
"Gadis kecil sepertimu tidak mungkin akan bernasib sama seperti kami. Kau bisa saja lolos dari tuduhan yang akan menyeretmu ke pengadilan kalau kau mempertimbangkan pilihan yang kau punya. Selama kau menerima uluran tanganku, tak ada yang tak mungkin bagimu, termasuk situasi yang tidak bisa kau menangkan." ~ Azrael Naira Valeria, gadis berumur empat belas tahun yang hidup dalam penderitaan dan menjadikan toko buku tua sebagai pelariannya, tempat dimana dia menjumpai sebuah buku aneh dengan cakaran merah melintang di sampul belakang. Rasa penasaran membawa Naira menjelajahi isi buku yang mempertemukannya dengan makhluk misterius yang menawarkan persahabatan dengan tiga konsekuensi mengerikan. Persahabatan menggiurkan yang makhluk itu tawarkan mulai merubah hidupnya. Makhluk itu mulai memenuhi permintaannya dengan cara yang tak bisa dijelaskan logika manusia hingga pada satu titik, kebahagiaan sementara itu perlahan lenyap dan digantikan oleh rasa was-was yang terus tumbuh. Semakin Naira terikat dengan sang makhluk, semakin Naira merasakan ada sesuatu yang salah dan mungkin persahabatannya dengan sang makhluk adalah awal dari suatu kehancuran. ‼️DILARANG KERAS UNTUK MENGAMBIL SEGALA HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN CERITA‼️ ⚠️ Disclaimer: Suatu kebetulan jika terdapat kesamaan antara nama tokoh, tempat, dan lain sebagainya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obliviora
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • VALEN and The Guide of Shadow
  • LITTLE NOMES
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Azka (END)
  • ALVATRAZ
  • Detective Vina
Obliviora

Dua detektif, Theo dan Lheo, menjadi korban eksperimen brutal seorang profesor gila. Disiksa hingga mental mereka hancur, dipaksa menanggung penderitaan yang tak terbayangkan, lalu dibiarkan sekarat-namun tidak pernah benar-benar mati. Jiwa mereka dibekukan, terperangkap dalam koma tanpa akhir. Mereka pikir itu adalah akhir dari segala derita. Tapi justru di sanalah mimpi buruk sesungguhnya dimulai. Dalam kegelapan antara hidup dan mati, muncul sosok misterius yang mengungkap rahasia yang lebih mengerikan dari eksperimen itu sendiri: kutukan keabadian. Kebebasan untuk mati telah dirampas dari mereka. Kini, Theo dan Lheo terlempar ke dunia buatan Sang Dewa Pencipta, tempat para jiwa koma dijadikan pion dalam permainan tanpa ujung. Tanpa mengetahui hubungan mereka dikehidupan sebelumnya, mereka bertemu dan memulai perjalanan yang akan mengubah dunia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines