Di dunia di mana darah menentukan tahta, dan warisan leluhur menjadi kutukan maupun berkah, seorang wanita bernama Helleniere mencoba bertahan di antara reruntuhan harga diri dan bayang-bayang darah bangsawan yang pernah mengangkatnya tinggi sebelum menjatuhkannya ke titik paling rendah.
Dahulu, ia adalah putri kerajaan Philos. Dilahirkan dari garis darah keturunan dewa, Helleniere tumbuh sebagai lambang kesempurnaan, elok, anggun, tak bercela, dan menjadi simbol harapan kerajaan. Namun keangkuhan masa muda dan politik kotor istana membuatnya tersingkir, dibuang demi menjaga nama baik kerajaan. Tak pernah ia bayangkan bahwa hukuman itu adalah perjodohan dengan Grand Duke Stayrus, keturunan naga yang ditakuti karena reputasinya yang dingin dan kejam.
Di dunia di mana naga pernah menggunakan manusia untuk menciptakan keturunan buas, dan siren menggoda demi tujuan tersembunyi, Helleniere dan Stayrus menjadi lambang dari upaya rekonsiliasi. Namun kedamaian itu tak pernah abadi. Perang antara keturunan, darah, dan tahta perlahan mengintai dari balik tirai.
Cerita ini adalah kisah tentang warisan yang menjadi beban, cinta yang tidak datang dari harapan, dan kekuatan yang muncul dari rasa sakit. Dalam dunia yang dikuasai para makhluk langit dan keturunan mereka, satu perempuan bernama Helleniere memilih untuk tidak lagi menjadi korban. Ia memilih untuk membalas. Untuk bangkit. Untuk mengingat bahwa ia bukan hanya ibu dari seorang keturunan naga. Ia adalah keturunan dewa.
Dan kini, dunia harus bersiap.
All Rights Reserved