BETWEEN US, SILENCE [END]

BETWEEN US, SILENCE [END]

  • WpView
    Reads 1,775
  • WpVote
    Votes 909
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 12, 2026
Fay tidak tahu siapa dirinya sebenarnya. Yang ia tahu, hidupnya selalu diawasi, dan ketenangan yang ia miliki bersama Jayden terasa seperti ilusi. Sementara itu, Nathan kembali dari masa lalu membawa lebih dari sekadar kenangan, ia membawa kunci menuju kebenaran yang selama ini disembunyikan dari Fay. Di balik wajah ramah dan senyuman yang familiar, ada luka yang belum sembuh dan fakta-fakta yang dimanipulasi. Seseorang mengatur permainan ini. Dan Fay hanya pion? Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu? Mengapa ada yang begitu tertarik padanya? Saat ingatan mulai retak dan kenyataan bergeser, Fay harus memilih, mencari kebenaran... atau tetap tinggal dalam kebohongan yang nyaman.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Run With Me
  • HIDDEN TRUTH
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • The Comedian's Last Laugh
  • The Veil of Ambition

Tidak ada yang benar-benar pulih dari luka lama. Celene tahu itu lebih dari siapa pun. Setahun setelah tragedi yang menghilangkannya dari dunia ini, ia kembali dalam wujud yang hampir sama, namun dengan jiwa yang sudah tak lagi utuh. Di hadapannya, dunia yang ia tinggalkan tak banyak berubah. Orang-orang tersenyum, berbicara, bercanda. Namun di balik itu semua, sesuatu yang tak kasat mata sedang menunggu. Valen, dengan dingin yang membekukan udara di sekitarnya. Severin, dengan keramahan yang terlalu mudah untuk dipercaya. Cyrus, dengan diam yang mengintip ketulusan dan kepalsuan dalam sekali pandang. Kaien, dengan tawa ringan yang menyembunyikan niat yang tak pernah sederhana. Mereka tidak sekadar mengulurkan tangan. Mereka mengatur panggung. Di antara kata-kata manis dan tawa samar, sebuah permainan lahir bukan untuk sekadar memenangkan hati Celene, tapi untuk merobohkannya dari dalam, perlahan, sunyi. Dalam permainan ini, cinta hanyalah umpan. Kepercayaan adalah mata uang yang murah. Dan rasa sakit...adalah bahasa yang paling jujur. Celene melangkah masuk, mungkin tanpa sadar. Atau mungkin hanya mungkin dia membiarkannya, karena bagian dari dirinya ingin tahu seberapa dalam ia bisa jatuh sebelum ia benar-benar hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines