We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
UNTUK YANG TAK BISA KU PELUK

UNTUK YANG TAK BISA KU PELUK

  • WpView
    Reads 1,089
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 14, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Untuk yang Tak Bisa Kupeluk adalah kisah nyata yang dituangkan dalam bentuk narasi fiksi emosional dan penuh luka batin. Ini adalah perjalanan seorang suami dan ayah yang tampak sempurna di luar, namun menyimpan rahasia besar di dalam hatinya-sebuah cinta yang tak bisa ia miliki, pada sosok laki-laki dari masa lalu. Pertemuan kembali setelah dua tahun membuka luka lama, menyulut kembali rindu yang tak pernah padam, dan membuatnya kembali bergulat dengan rasa yang tak seharusnya tumbuh. Ia mencintai keluarganya, tapi tak bisa menolak kenyataan bahwa hati dan pikirannya telah berpaling. Di tengah doa, tanggung jawab, dan suara tawa anak-anaknya, ia terus bertanya: apakah cinta yang salah tetap bisa disebut cinta?
All Rights Reserved
#12
pergulatanbatin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENANGAN & TRAUMA [END]
  • LUKA DI BALIK SENYUM
  • Time Loop
  • ATMA: Menuju Sembuh
  • ADWITI'S LIFE: FAMILY [ Complete ]
  • Penuh Luka (On Going)
  • NESTAPA [On Going]
  • ANTARA DOA DAN RASA

Book 2 Memilih untuk menjaga jarak bukan berarti hati ini tak pernah jatuh. Memilih untuk tidak berpacaran bukan berarti aku tak mengenal rasa suka atau cinta. Hanya saja, aku memilih untuk tak membiarkan pikiran ini larut dalam hal-hal semacam itu. Ketika banyak teman-temanku di luar sana memilih menjalani kisah cinta, aku lebih memilih menjaga diri dari hubungan seperti itu. Bukan karena hatiku tak pernah terpaut pada lawan jenis, tetapi karena luka yang ku tanggung terlalu dalam. Trauma ini mengajarkanku untuk menjauh-menjauh dari laki-laki yang memberikan harapan hanya untuk kemudian meremukkannya. Mungkin ada laki-laki di luar sana yang mampu menyembuhkan luka ini, menghapus jejak trauma yang mengikatku. Tapi, akankah dia benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines