Aktualizovali jsme naše Pokyny k obsahu.
Projděte si nejnovější pokyny, abyste mohli bezpečně sdílet příběhy.
Tokyo dan Dua Roda

Tokyo dan Dua Roda

  • WpView
    přečtení 28
  • WpVote
    Hlasy 0
  • WpPart
    Části 7
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno úte, čvn 10, 2025
WpInfo
Fikce
Romantika
Sepuluh tahun lalu, mereka bertemu karena tumpukan kertas yang jatuh di stasiun. Sekarang, Nathan berdiri di Tokyo, menunggu seseorang yang mungkin sudah melupakan janji itu. Nathan-anak kosan dengan sandal jepit dan mimpi tinggi. Farah-mahasiswi kedokteran yang rapi, tenang, dan terlalu sempurna untuk hidup Nathan yang bukan siapa-siapa. Terlebih, mereka bukan hanya berbeda agama, tapi berbeda dalam segala-galanya. Tapi hidup tak selalu soal cocok atau tidak, kadang cukup saling mengerti. Jika kamu berpikir ini akan seperti FTV yang bercerita tentang si kaya yang menikah dengan si miskin, kamu salah besar.. Ini bukan kisah cinta yang dibumbui peluk di bawah hujan. Ini cerita dua arah yang nyaris tak pernah sejajar, tapi selalu saling menoleh. Tentang janji, luka lama, keluarga, impian, dan keberanian untuk mencintai... meski tahu mereka takkan pernah bisa bersama. Karena beberapa janji tak butuh sanksi atau saksi. Cukup dua hati yang sama-sama mengingat.
Všechna práva vyhrazena
#837
impian
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • FADLAN
  • Di Balik Kacamata [END]
  • a destiny
  • Call It Fate, Call It Karma (Complete)
  • Yang Pernah Patah
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • Ruang Tanpa Suara
  • Hafizah dan Pramutama Bar
  • satu Hati Beda Agama
FADLAN

Mencintaimu, aku mempunyai banyak cara, dan yang paling indah adalah doa. Akan tetapi, untuk memilikimu, tidak ada satupun cara yang paling tepat selain berserah. Sebab, karena-Nya kamu ada. Karena-Nya kamu hadir. Karena-Nya kamu membawaku sampai kepada mimpi. Menjadikanku bahagia dalam sepi. Segala apa yang aku ingin, ada berkat hadirmu. Fadlan, jika waktu adalah kamu. Maka memang benar, tidak bisa kugenggam erat. Ia selalu hilang dan berlalu tapi kembali dengan bentuk yang sama serta membawa rahasia yang tak bisa kubaca. Lalu, ia akan hilang untuk selamanya. Seperti halnya kau. -Hanin Nadhira

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu