Tokyo dan Dua Roda

Tokyo dan Dua Roda

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sepuluh tahun lalu, mereka bertemu karena tumpukan kertas yang jatuh di stasiun. Sekarang, Nathan berdiri di Tokyo, menunggu seseorang yang mungkin sudah melupakan janji itu. Nathan-anak kosan dengan sandal jepit dan mimpi tinggi. Farah-mahasiswi kedokteran yang rapi, tenang, dan terlalu sempurna untuk hidup Nathan yang bukan siapa-siapa. Terlebih, mereka bukan hanya berbeda agama, tapi berbeda dalam segala-galanya. Tapi hidup tak selalu soal cocok atau tidak, kadang cukup saling mengerti. Jika kamu berpikir ini akan seperti FTV yang bercerita tentang si kaya yang menikah dengan si miskin, kamu salah besar.. Ini bukan kisah cinta yang dibumbui peluk di bawah hujan. Ini cerita dua arah yang nyaris tak pernah sejajar, tapi selalu saling menoleh. Tentang janji, luka lama, keluarga, impian, dan keberanian untuk mencintai... meski tahu mereka takkan pernah bisa bersama. Karena beberapa janji tak butuh sanksi atau saksi. Cukup dua hati yang sama-sama mengingat.
All Rights Reserved
#355
filosofi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • a destiny
  • Warisan Tak Terduga [END]
  • Aranathan
  • Kusebut Namanya Dalam Akad
  • Yang Pernah Patah
  • FADLAN
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Call It Fate, Call It Karma (Complete)
a destiny

Fesya cuma ingin hidupnya tenang. Tapi tiap hari rasanya berat-di sekolah dimarahi guru, di rumah harus lihat ibunya menahan tangis karena utang. Hidup nggak pernah mudah buat dia. Lalu ada Clevian. Anak gereja yang jago main piano, kelihatan cuek, tapi diam-diam sering ngelirik Fesya. Dia juga punya masa lalu yang belum benar-benar selesai. Mereka datang dari dua dunia yang berbeda. Tapi entah kenapa, pelan-pelan mereka mulai saling memperhatikan. Mungkin karena saling paham rasanya jadi 'sendirian'. "Kadang, yang kita butuh bukan orang yang sempurna... tapi orang yang mau tetap tinggal meski tahu semua luka kita." -Fesya Alvania Risha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines