terjebak ditubuhmu

terjebak ditubuhmu

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 7, 2025
Bagaimana jadinya kalau dua cewek dengan dunia yang bertolak belakang... tiba-tiba terjebak dalam tubuh satu sama lain? Antasya Varena, si ratu sekolah yang cantik, tajir, dan ditakuti semua orang. Hobinya? Bully siapa aja yang dianggap nggak layak berdiri di levelnya. Monica Gelani, si cupu pemalu yang cuma ingin lulus sekolah dengan tenang. Murid beasiswa, pintar, tapi nyaris nggak kelihatan di keramaian. Mereka bukan teman. Mereka bahkan nggak saling suka. Tapi satu kejadian tragis di kamar mandi sekolah mengubah segalanya. Petir menyambar. Darah mengalir. Dan saat mata mereka terbuka... Mereka bukan lagi diri mereka sendiri. "Sialan lo! Lo cupu, dan sekarang lo malah jadi gue?!" - Antasya dalam tubuh Monica "Aku bahkan nggak mau ada di tubuh kamu! Tapi kenapa aku bangun jadi kamu?!" - Monica dalam tubuh Tasya Kini, sang ratu bully harus hidup sebagai murid cupu yang sering jadi korban. Dan sang kutu buku harus menghadapi dunia glamor yang penuh tekanan dan topeng. Bisakah mereka kembali? Atau rahasia ini justru akan membuka luka dan dendam yang lebih dalam? "Terjebak di Tubuhmu" - cerita tentang karma, identitas, dan rahasia gelap di balik tubuh yang sempurna.
All Rights Reserved
#14
bodyswap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu Senin Pagi
  • EVERYDAY Love ON! ( Completed )
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • Arunika
  • ALTARSYA
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • Transmigrasi Aline
  • [BL] Sudden Omega
  • I'M NOT PCHYOPAT [Revisi]
  • My Cold Boyfriend

Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines