Story cover for Yang Tak Terucap by catatanaprilia
Yang Tak Terucap
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 07, 2025
"Tidak semua rasa butuh disuarakan.
Ada cinta yang lebih setia dalam diam.
Ada rindu yang lebih jujur ketika tak ditagih kembali."

"Yang Tak Terucap" adalah kumpulan puisi dan senandika tentang rasa-rasa yang tinggal di dada. Tentang perasaan yang pernah tumbuh, tapi tak pernah benar-benar sempat disampaikan. Tentang kamu yang diam-diam kusebut dalam doa, dan tentang aku yang belajar merelakan, bahkan tanpa pernah memiliki.

Ditulis dengan lirih, kadang jenaka, kadang pilu-setiap halaman adalah upaya untuk menyapa, meski hanya lewat kata.

***

Holaa, Readers!

Buku ini akan diupdate berkala sesuai mood author. Hehe. Daaan, jangan heran kalau tanggal pembuatan masing-masing tulisan di dalamnya tidak berurutan. Karena, aku sedang berusaha mengumpulkan repihan-repihan sajak yang tercecer, supaya abadi dalam kenangan.

Berisikan kumpulan tulisan sejak 2013-2025.

Happy reading, love you 💋
All Rights Reserved
Sign up to add Yang Tak Terucap to your library and receive updates
or
#64sajakrindu
Content Guidelines
You may also like
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) by DeviMariaSimarmata
61 parts Complete
Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017
You may also like
Slide 1 of 7
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
31 Months for You cover
BAYANGAN HARAPAN cover
Ruang Kosong di Antara Jingga cover
Tepian Semu || Lilynn✅ cover

MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

16 parts Complete

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.