Yang Tak Terucap

Yang Tak Terucap

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 8, 2025
WpInfo
Poetry
"Tidak semua rasa butuh disuarakan. Ada cinta yang lebih setia dalam diam. Ada rindu yang lebih jujur ketika tak ditagih kembali." "Yang Tak Terucap" adalah kumpulan puisi dan senandika tentang rasa-rasa yang tinggal di dada. Tentang perasaan yang pernah tumbuh, tapi tak pernah benar-benar sempat disampaikan. Tentang kamu yang diam-diam kusebut dalam doa, dan tentang aku yang belajar merelakan, bahkan tanpa pernah memiliki. Ditulis dengan lirih, kadang jenaka, kadang pilu-setiap halaman adalah upaya untuk menyapa, meski hanya lewat kata. *** Holaa, Readers! Buku ini akan diupdate berkala sesuai mood author. Hehe. Daaan, jangan heran kalau tanggal pembuatan masing-masing tulisan di dalamnya tidak berurutan. Karena, aku sedang berusaha mengumpulkan repihan-repihan sajak yang tercecer, supaya abadi dalam kenangan. Berisikan kumpulan tulisan sejak 2013-2025. Happy reading, love you 💋
All Rights Reserved
#1
literasihati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • BAYANGAN HARAPAN [END]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Lembut Seperti Doa
  • 31 Months for You (Revisi)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines