The Journey Within

The Journey Within

  • WpView
    LECTURES 18
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., août 13, 2025
"Saat lo tenggelam terlalu jauh dalam pikiran lo sendiri dan nggak ada satu pun orang yang bisa menggapai ruang itu, apa namanya kalau bukan ruang kosong, Evelyn?" Barangkali ada bagian dalam diri yang saking gelapnya tidak bisa di bagi, hanya di simpan sesak sendiri. Jika di ceritakan percuma, karena mereka pasti tidak akan mengerti. Yang kalau di bagikan hanya menambah masalah baru, tidak juga akan mendapat solusi karena mereka tidak mungkin tahu. Hanya berharap bisa sembuh sendiri, tanpa perlu proses berbagi, meski sesaknya memenuhi hati. Di zaman serba canggih dan mudah berbagi informasi tentang hal-hal terkini, beberapa manusia justru ingin menghilang dari perkembangan teknologi. Semua sedih tetap di lahap sendiri. Semua duka tetap di santap sendiri. Dan semua kecewa tetap dinikmati sendiri.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Spicy
  • Tanda Seru
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Goodbye, Hello?
  • Menuju Seperempat Abad
  • THE REBELLOUSE!
  • MANAGER KEUANGAN
  • Favorite Lecturer
  • Half Of My Heart [END]

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu