Portalis

Portalis

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 8, 2025
Apa teknik bertarung dunia parallel paling kuat? Pukulan berdentum? Serangan listrik? Sroom! Sroom! Es? Telekinesis? Perisai transparan? Sayangnya bukan semua yang kalian pikirkan, atau yang pernah diperkenalkan di serial-serial bumi yang kalian baca. Jawabannya sangat rasional dan kalian pasti langsung mengiyakannya dalam sekejab setelah ku beritahu_ "Jawabannya adalah teknik portal" Pemuda berumur 22 tahun itu memotong pembicaraan. "Apa!??? Kau tak percaya padaku?" Pemuda itu marah, dari tangannya muncul sebuah energi berwarna ungu. Menyelimuti tapak tangannya. Dia tersenyum,"Namaku ZIlla, dan aku bisa datang ke tempat mu saat ini! Jadi jangan macam_macam!!!" Prang!! Suara nyaring khas panci yang di hantamkan ke kepala itu menggema di ruangan. "Sakit..." Pria itu memegang kepalanya dengan takut, matanya mau menangis. "Ada-ada saja! Jarak antara Klan portalis dengan Klan bumi itu setara seratus kali jarak antar konstelasi kita dengan yang terdekat. Kalau jalan kaki butuh enampuluh tahun di terowongan port_" "Kan ada kapsul ter_" Wanita yang terlihat sebaya dengannya itu marah. Memegang panci lainnya. "maaf..." (Fanfic serial bumi karya TERE LIYE)
All Rights Reserved
#228
pertarungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Glitch
  • i'm sorry the moon
  • Raib Ali  -  Seli Ily ✔️
  • RASA
  • RaSeLi
  • The Last Two
  • THE CLIMB [Completed]
  • 29 Day In Sun Clan [REPUBLISH)
  • Nusa Bintaris: Alternatif Paradoks
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines