Wishper Of Adore

Wishper Of Adore

  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 17, 2025
Obat dari segala obat adalah pulang ke rumah yang hangat peluknya sama seperti mentari pagi yang menghangatkan seisi bumi. Khanka menjadikan Nadin sebagai pelabuhan terakhir bukan hanya karena cantik semata. Tapi karena Nadin itu cantik cantik cantik banget. Hahaha.. Bukan, lebih tepatnya kalau tidak dengan Nadin maka Khanka tidak ingin dengan yang lain. Walaupun proses mereka sampai di titik ini tidak semulus pantat Aca dan Sada. Tapi Khanka tetap bersyukur, ditengah pelik perdebatan di antara mereka selalu terselip maaf, terimakasih dan aku sayang kamu. Berulang kali sampai salah satu dari mereka tersadarkan dan kembali saling memeluk. Kalau Nadin merasa gagal karena rumah miliknya terlalu banyak tekanan. Maka ia akan menciptakan rumah yang banyak pengertian bersama Khanka. Menjadi ibu yang selalu menerima luapan keinginan anak anaknya tanpa memaksa dan menyuruh mereka menjadi seseorang yang berada di dalam otaknya. Begitu juga Khanka, kalau di rumah miliknya dia menjadi seorang anak pembangkang karena terlalu banyak tuntutan, Khanka juga akan sangat terbuka. Menerima sepenuh hati dan membuat jalan paling baik untuk mengantarkan anak anaknya agar sampai ke tujuan yang mereka inginkan dengan aman dan selamat. Semoga keinginan mulia dua orang tua itu didengar tuhan, dan menjadikan mereka rumah paling nyaman. Sejauh apapun anak anak mereka melangkah berjauhan.
All Rights Reserved
#576
wonwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Bukan) Keluarga
  • Keluarga (Tidak) Terencana
  • Aku Yang Tak Dianggap
  • Home?
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Between Love And Trust
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Dear Imamku

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines