Sajadah Di Ujung Istana

Sajadah Di Ujung Istana

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Sat, May 30, 2026
Kisah perjalanan dua santri yatim piatu yang berasal dari sebuah dusun bernama Macan Mati yang terletak di kecamatan Porong kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa Timur, Guntur Aji Tirtayasa dan Taufan Budi Tirtayasa. kedua orang tua mereka meninggal saat usia mereka masih sangat muda, sang ayah, Pandji Tirtayasa meninggal pada saat Guntur berusia sepuluh tahun dan Taufan berusia delapan tahun, sang ibunda, Sinta Dewi Wulandari menyusul sepuluh tahun kemudian, beberapa bulan setelah Taufan lulus dari Madrasah Aliyah dan pondok pesantren Nurul Huda di desa Rejeni, kecamatan Krembung, kabupaten Sidoarjo yang letaknya beberapa kilometer dari dusun Macan Mati. Dengan kepergian kedua orang tua, Guntur dan Taufan didewasakan oleh keadaan. mereka berdua tidak bersedih hati atas kepergian kedua orang tua karena mereka tau betul bahwa Allah SWT lebih mencintai sang ayah dan ibu, serta bertekad untuk membanggakan mereka berdua
(CC) Attrib. NonCommercial
#776
bodyguard
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Biasa tapi Rumit ✓
  • A Dan A by Nia alawiyah
  • Sang Dewi (SUDAH TERBIT)
  • Tasbih Tungky
  • Cahaya Setelah Gelap (On Going)
  • Dia dan Doa
  • Dua dunia Kenzie
  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)

[Spiritual - Romance] TAMAT - PART TIDAK LENGKAP BIASA TAPI RUMIT a story by Nurul Maidah Biasa tapi Rumit. Tiga kata yang sedikit bisa menceritakan tentang alur hidup Zahra, seorang santri yang masih berkhidmah di pondok pesantren An-Nur di usianya yang menginjak kepala dua, di mana pada usia tersebut sudah sangat lumrah dengan adegan percintaan yang turut hadir dalam skenario hidupnya. Cerita ini tentang Zahra. Tentang kisahnya yang sempat diberi warna cinta oleh seorang Gus Muda. Namun, warna tersebut pudar dan menghilang, sebab takdir-Nya tak sejalan dengan rencananya. "Terkadang cinta sering kali membuatku lupa bahwa dia bukanlah segalanya, cinta sempat membuatku buta dengan segala peluang bahagia, dan cinta yang hadir sebelum waktunya, hanya membuat lara dalam hati dan jiwa." ~Zahra Nurul Aidah --------------------------------------------------- 🚫 DILARANG KERAS PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN! ©2022nrlmdh ‼️ Hak Cipta dilindungi oleh Allah SWT ‼️ Start - 23 Februari 2022 Finish - 02 Februari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines