Sajadah Di Ujung Istana

Sajadah Di Ujung Istana

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Sat, May 30, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Growth and Self-Discovery
Romance
Kisah perjalanan dua santri yatim piatu yang berasal dari sebuah dusun bernama Macan Mati yang terletak di kecamatan Porong kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa Timur, Guntur Aji Tirtayasa dan Taufan Budi Tirtayasa. kedua orang tua mereka meninggal saat usia mereka masih sangat muda, sang ayah, Pandji Tirtayasa meninggal pada saat Guntur berusia sepuluh tahun dan Taufan berusia delapan tahun, sang ibunda, Sinta Dewi Wulandari menyusul sepuluh tahun kemudian, beberapa bulan setelah Taufan lulus dari Madrasah Aliyah dan pondok pesantren Nurul Huda di desa Rejeni, kecamatan Krembung, kabupaten Sidoarjo yang letaknya beberapa kilometer dari dusun Macan Mati. Dengan kepergian kedua orang tua, Guntur dan Taufan didewasakan oleh keadaan. mereka berdua tidak bersedih hati atas kepergian kedua orang tua karena mereka tau betul bahwa Allah SWT lebih mencintai sang ayah dan ibu, serta bertekad untuk membanggakan mereka berdua
(CC) Attrib. NonCommercial
#1
inspiration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Disantrikan Gus Dingin
  • Bukan Tuhanmu
  • ANTARA GARIS SEMU DAN SENJA
  • Dia dan Doa
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)
  • WHO IS ABOVE DINAR ?
  • Permata Bening Sang Abii
  • Biasa tapi Rumit ✓

#Project_Kolaborasi Genre : Spritual-Romance Penulis : Ferdi Andreas x Rianty Blurb Seakan menjadi dejavu. Kisah yang pernah dialami oleh Ummahnya, juga dialami Nabila. Sama-sama terlibat cinta putra seorang Kiai, memaksa Nabila mengulang kembali sejarah tentang cinta segitiga. Berawal dari saat Nabila Zahira menyantri di pondok pesantren Darrul Qur'an, takdir menuntunnya bertemu Muhammad Bilal Al Zaelani. Putra Kiai tempat ia menyantri. Namun seolah sudah tradisi yang mendarah daging, Bilal dijodohkan dengan anak teman Sang Abah. Perang batin melanda, di saat Nabila harus memilih, mengiyakan niat Bilal memperjuangkan cinta mereka dengan menolak perjodohan tersebut, atau merelakan Bilal untuk Nadira, gadis yang dipilihkan orang tua Bilal yang melainkan adiknya dari Ibu yang berbeda. Namun tetap ada darah yang sama yang mengalir dari seorang Kiai Abdulah. Ayah kandung yang tak pernah lagi hadir dalam hidupnya. Akankah kisah lalu Sang Ummah menjadi kisah di masa depan Nabila? Maju memperjuangkan rasa bersama Bilal, atau mundur seperti Ummahnya dulu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines