KARENA DUNIA TAK PERNAH MEMELUK

KARENA DUNIA TAK PERNAH MEMELUK

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 15, 2025
"Kina tuh kayak matahari, ya," kata Rani, teman satu kosnya, sambil memeluk bantal. Kina cuma senyum, seperti biasa. Hangat, tulus, dan... menyimpan rapat luka yang bahkan tak berani ia lihat sendiri di cermin. Tak ada yang tahu bahwa setiap malam, sebelum tidur, Kina selalu menghitung bekas. Bekas luka di tangan, bekas bentakan di hati, bekas pintu yang dibanting terlalu keras waktu kecil-semua itu membentuknya. Tapi bukan jadi kuat, justru rapuh dengan cara yang tak terlihat.
All Rights Reserved
#289
ceritakeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • ARIN
  • DANADYAKSA
  • Sejenak Luka
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • RUANG KINANTI
  • KARAFERNELIA

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines