Tasya dan Angkasa

Tasya dan Angkasa

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 5, 2025
Tasya adalah gadis cantik yang pendiam dan selalu menghindar dari cowok. Di sekolah, dia terkenal karena wajahnya yang seperti model, tapi juga dikenal dingin dan sulit didekati. Tak banyak yang tahu bahwa ia menyimpan luka dari ayahnya yang berselingkuh dan ibunya yang depresi. Ia juga pernah dikhianati oleh cowok yang paling ia percaya. Angkasa adalah cowok kalem dan berjiwa seni. Ia jatuh hati pada Tasya bukan karena wajahnya, tapi karena caranya menatap dunia penuh luka tapi tetap bertahan. Angkasa memutuskan untuk tidak mendekati Tasya dengan cinta, melainkan dengan persahabatan yang pelan-pelan berubah menjadi tempat aman.
All Rights Reserved
#1
menyembuhkanluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia, Pangeran (Revisi)
  • To Heal
  • Alexa
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Taman Sekolah {END}
  • BULAN [END]
  • Senja Dipenghujung Desember

Joya Sheeva Atmaja, perempuan dengan sebutan "Peri Kecil" bagi Ayah kandungnya, kini mengalami banyak kepahitan dalam hidup. Kedua manik matanya telah dirampas untuk mempertontonkan adegan-adegan pilu yang menyengsarakan hidup ibunya. Kehidupan yang diagung-agungkan akan berjalan penuh kebahagian, ternyata menjadi jurang yang membawa segenap nestapa. Derai air mata telah jatuh bertubi-tubi seiring proses bertumbuhnya. Sayangnya, kesedihan itu tak cukup sampai di situ. Ia juga harus kehilangan cintanya. Cinta yang ia anggap sebagai kepercayaan terakhirnya. Kini, tak adalah yang tersisa atas nama cinta. Hidup terus berjalan, manusia-manusia baru bermunculan. Kini, ke manakah langkah kaki dan hati nurani itu memilih? Mungkinkah, masa-masa trauma itu akan kembali menjadi rentetan panjang tak berujung, ataukah berhenti menuju lorong penuh kebahagiaan? "Enggak ada kesedihan yang abadi, Jo. Karena kebahagiaan akan selalu punya ruang untuk hadir. Kita hanya perlu berdamai, berteman dengan bagian dari diri kita yang lainnya," ucap seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines