Fantasi Moralitas

Fantasi Moralitas

  • WpView
    Membaca 98
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 11, 2025
Dunia berubah. Layaknya novel maupun komik fantasi, sebuah gerbang menuju dimensi lain tiba-tiba terbuka. Monster meluap layaknya banjir, orang-orang berlarian tidak berdaya, dan kota terbakar dalam satu malam. Pada saat bersamaan, beberapa individu mendapatkan kekuatan ajaib yang bisa digunakan untuk melawan balik. Menembakkan api dari tangan, kekuatan fisik super, memunculkan cahaya yang dapat menyembuhkan luka, dan hal fantasi lainnya. Dunia dipaksa berubah dalam waktu yang sangat singkat. Namun, sayangnya moralitas manusia sama sekali tidak berubah. Kejadian besar itu malah menjadi pemicu kemunduran pesat, melahirkan kesenjangan yang semakin lebar. Memperjelas garis sosial layaknya jurang raksasa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • THE SECOND ENDING [END]
  • Reinkarnasi Sebagai Beast Tammer SSS+
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Perfect Encounter
  • Di Balik Tirai Merah
  • Obliviora [HIATUS]

[FIRST STORY] Setelah semua ketidakbergunaanku di kehidupan sebelumnya, aku terlempar ke dunia asing akibat menolong anak tetangga yang berniat bunuh diri. Dan dunia itu adalah dunia dari novel yang kebetulan kubaca sambil berlinang air mata selama seminggu penuh. Ini menyebalkan. Novel romansa itu dipenuhi perang dan darah, belum lagi karakter favoritku harus terbunuh karena perannya sebagai ratu diambil alih oleh gadis yang datang dari dunia lain. Putra mahkota yang akan jadi kaisar di masa depan juga bertindak sebagai tokoh utama yang menyebalkan. Dunia dengan stratifikasi sosial yang kejam. Meski hidup kembali sebagai tokoh anonim, setidaknya sesekali aku harus bisa mengumpat untuk putra mahkota sebelum kepalaku dipenggal. Harusnya sederhana tapi benang takdir yang rumit menghubungkanku dengan banyak peristiwa. Ah, aku merindukan waktu untuk malas-malasan sekarang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan