Story cover for Memoar 35 by Alexchen90
Memoar 35
  • WpView
    Odsłon 206
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 4
  • WpView
    Odsłon 206
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 4
Zakończone, Pierwotnie opublikowano maj 08, 2025
Refleksi 35 tahun kehidupan yang sekaligus menjadi lambang perpisahan atas masa lalu serta trauma yang membekas dalam di dalam diri. Walau di saat penulisan masih ada rasa trauma yang terpancing dan memicu perasaan marah dan kecewa. Sekalipun aku tahu kalau aku sudah mengobati dan kembali mencintai diriku lebih baik. 

Dengan ini, aku ingin menutup segala kenangan yang buruk, manusia yang merasa dan menganggap diri mereka layak untuk menyebut sebagai anggota keluarga. 

Aku sadar aku tidak memiliki keluarga, aku sadar aku tidak butuh keluarga, aku sadar kalau Tuhanku tidak meninggalkan aku. 

Sehingga IA mengenalkan aku kepada teman-teman yang mau dan setia menemaniku melewati fase-fase terburukku. 

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi teman-teman yang butuh support.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Memoar 35 do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
#1reflection
Wytyczne Treści
To może też polubisz
To może też polubisz
Slide 1 of 8
Rainie ( END ) cover
Rasa Tanpa Kata cover
she is okay but she lies cover
Badai, Kapan Berlalu? cover
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA  cover
Self Injury's(complete)✔ cover
Slow Days (FIN) cover

Rainie ( END )

73 części Zakończone

Izinkan aku bahagia, Tuhan. ________ Mengapa, Tuhan seolah tak mengizinkanku untuk merasakan kebahagiaan? Mengapa, Dia menakdirkan skenario hidup yang begitu rumit, bagi dunia kecilku? Tak bisakah, Tuhan membiarkanku bahagia, lebih lama lagi? Aku hanya ingin hidup bahagia, bersama orang-orang yang aku sayangi. Namun, mengapa aku tak bisa? Apakah, karena Tuhan yang memang kejam pada diriku, ataukah, karena aku yang sudah terlalu banyak terluka, hingga lupa caranya bahagia? ____________ "Aku lelah, izinkan aku menutup mataku, ya?" ___________ Cerita yang kubuat, dikala gabut melanda. Untuk yang punya riwayat emosi yang berkepanjangan, diharapkan jangan coba-coba mendekat!