Gerobak Sate Sudut Jakarta

Gerobak Sate Sudut Jakarta

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
Lily, seorang mahasiswi ceria di salah satu universitas ternama di Jakarta, memiliki satu kecintaan yang tak tergoyahkan: makan. Baginya, menjelajahi berbagai rasa dan hidangan adalah petualangan yang tak pernah membosankan. Dari warung tegal sederhana hingga kafe-kafe trendi, Lily selalu bersemangat untuk mencicipi setiap suapan. Teman-temannya seringkali bercanda tentang 'perut karet' Lily yang seolah tak pernah penuh, namun mereka juga menikmati antusiasmenya yang menular saat mencari tempat makan enak. Suatu sore, setelah menyelesaikan kelas yang melelahkan, perut Lily kembali bergejolak. Ia memutuskan untuk mencari makan di sekitar area kampusnya. Langkahnya terhenti di depan kantor Walikota Jakarta Timur, di mana sebuah gerobak sate tampak ramai dikerumuni pembeli. Aroma daging yang terpanggang dan bumbu kacang yang gurih langsung menusuk hidungnya, membuatnya tanpa ragu menghampiri. Di balik gerobak sate itu berdiri Fahmi, seorang pemuda dengan senyum ramah dan tangan cekatan. Ia dengan lincah mengipasi sate di atas bara, sesekali melayani pelanggan dengan sapaan hangat. Lily memesan seporsi sate ayam dengan lontong, dan saat gigitan pertama menyentuh lidahnya, matanya terbelalak. Rasanya begitu otentik, dagingnya empuk, bumbunya meresap sempurna, dan lontongnya pulen. Sejak saat itu, gerobak sate Fahmi menjadi salah satu destinasi kuliner favorit Lily. Art: @vellyn
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Emotion Growth A Love
  • Sweetie Pie Corner
  • Kost Anggori | Segera Terbit
  • Frekuensi Rasa [END]
  • only he is the one i want [ lilynn ]

SMA Negeri 26 Jakarta, tempat di mana segala macam tipe siswa berkumpul. Ada yang ambisius, ada yang pemalas, ada yang serius, ada juga yang kelewat santai. Di antara mereka, ada dua orang yang bisa dibilang paling sering bikin suasana kelas jadi ramai -Alvian dan Lily. Alvian, si cowok tengil yang menjalani hidup dengan santai, Hidup buat dinikmati, bukan dipikirin terlalu ribet. Tapi masalahnya, di dalam kelas yang sama, ada Lily -gadis cerewet yang nggak bisa lihat sesuatu nggak beres. PR harus dikerjain, aturan harus dipatuhi, dan yang yang bikin gregetan. Lily selalu mengkoreksi hal hal yang menurutnya salah. Sementara buat Alvian, Lily nggak lebih dari alarm berjalan yang nggak bisa dimatiin. Setiap hari, kelas jadi arena pertarungan kecil antara dua kepribadian yang bertolak belakang ini. Tapi, apa benar mereka cuma sebatas musuh debat sehari-hari? Atau justru ada sesuatu yang lain di antara mereka yang belum mereka sadari?

More details
WpActionLinkContent Guidelines