Selarik Musim di Mata Lana

Selarik Musim di Mata Lana

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 8, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Namaku Lana. Gadis 17 tahun, Siswi biasa yang katanya terlalu banyak mikir dan terlalu cepat jatuh hati. Aku percaya tiap orang punya kisahnya sendiri. Tapi aku nggak nyangka, kisahku akan dimulai dari takdir yang nggak pernah kupilih... dan seseorang yang ada di balik kisahnya. Kadang hidup nyelipin teka-teki lewat orang-orang yang datang dan pergi dan dari sanalah semuanya dimulai dengan tawa, harapan, dan sebuah rahasia yang diam-diam aku simpan sendiri. Inilah kisahku, Lana Florencia Marcelline.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • I Love Him But I Don't [COMPLETED]
  • I LOVE MIMA (Lurah Family)
  • Aurora Leona (END)

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines